"(target 2024) antara 8-10 ribu," kata Direktur LPDP, Dwi Larso, kepada Medcom.id, Selasa, 9 Januari 2024.
Dwi mengatakan di luar kuota tersebut, masih ada peluang beasiswa lain yang juga menggunakan dana LPDP. Pihaknya mendukung program beasiswa melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag).
"Dana LPDP juga digunakan untuk mendukung program beasiswa kolaborasi bersama Kemendikbudristek dan Kemenag yang jumlahnya melebihi 300 ribu penerima setiap tahunnya," beber dia.
Dwi menyebut ada kejutan baru dalam beasiswa LPDP 2024. Terdapat sejumlah program prioritas baru yang disediakan.
"LPDP terus mempertajam bidang-bidang prioritas agar memberi impact maksimal bagi kemajuan bangsa. Bidang-bidang prioritas di sektor publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik selalu didukung," kata dia.
Dwi menjelaskan di sektor rill atau industri akan dipertajam pada area green economy. Dengan kata lain, perluasan untuk bidang energi hijau atau lithium, pertanian atau smart farming, bioteknologi, food science dan technology, dan lain sebagainya.
"Blue economy atau kelautan dan perikanan, dan ekonomi digital atau industri kreatif atau pariwisata, serta startup atau kewirausahaan berbasis teknologi, dan juga beasiswa prioritas di bidang transformasi digital," jelas dia.
| Baca juga: H-2 Pembukaan Pendaftaran Beasiswa LPDP, Ini Bocoran Program Prioritas Terbarunya |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News