Menristekdikti, Mohamad Nasir (Tengah), Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Naim (kiri), Dirjen Belmawa, Ismunandar (kanan)  saat konferensi pers tentang beasiswa Pendidikan Tinggi, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Menristekdikti, Mohamad Nasir (Tengah), Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Naim (kiri), Dirjen Belmawa, Ismunandar (kanan) saat konferensi pers tentang beasiswa Pendidikan Tinggi, Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Pemerintah Siapkan 650 Ribu Beasiswa Dikti di 2020

Pendidikan beasiswa Beasiswa Bidikmisi
Kautsar Widya Prabowo • 15 Maret 2019 18:25
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti) menargetkan dapat menyediakan 650ribu beasiswa Pendidikan Tinggi kepada mahasiswa yang tidak mampu di 2020. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam beasiswa Bidikmisi, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), besiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
 
Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, alokasi beasiswa tersebut akan diberikan agar setiap anak Indonesia dapat kesempatan mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana.Saat ini pemerintah telah memberikan beasiswa untuk jenjang pendidikan tinggi sebanyak 609ribu beasiswa.
 
Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total mahasiswa Indonesia yang mencapai 7.555.839 juta. Jika dipersentasikan, pemerintah baru memberikan beasisiswa sebanyak 8% dari total jumlah mahasiswa tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal berdasarkan Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, PTN wajib mencari dan menjaring calon Mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi, tetapi kurangmampu secara ekonomi dan calon mahasiswa daridaerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untukditerima paling sedikit 20% dari seluruh mahasiswa baru yang diterima dan tersebarpada semua program studi.
 
"Dari 20% yang harusnya menerima baru 8%, sedangkan yang 12 persen dari mana, perguruan tinggi masing-masing harus mencari anak Indonesia yang secara potensi baik tapi ekonominya tidak mendukung," ujar Nasir di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.
 
Baca:24% Penerima Bidikmisi Dapat Kerja Sebelum Lulus
 
Ia menambahkan, saat ini pemerintah melalui Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah menjalankan sejumlah program beasiswa, antara lain Bidikmisi, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang diberikan untuk anak-anak di Provinsi Papua dan 34 lokasi lain di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).
 
Nasir menyebut, selain program-program beasiswa tersebut, pada 2020 nanti pemerintah akan melakukan skema besiswa baru melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Langkah tersebut diharapkan dapat mengejar kekurangan untuk mencapai minimal 20 persen beasiswa.
 
Kendati demikian, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail skema tersebut. Lantaran masih dalam proses penggodokan.
 
Baca:Informasi Bidikmisi Kini Bisa Diakses Lewat Aplikasi
 
Pihaknya memastikan, dalam waktu dekat skema tersebut akan rampung. Karena pada April 2019, sudah harus masuk dalam anggaran pagu indikatif 2020 dari Kemenristekdikti.
 
"KIP Kuliah ini nanti seperti apa, akan kita diskusikan. Apakah dalam bentuk skema PPA atau Bidikmisi kita putuskan, tapi dari 650 ribu itu, 400 ribu PPA dan ADik, 250 KIP Kuliah," pungkas Nasir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi