Kampus ITS. DOK ITS
Kampus ITS. DOK ITS

Wujudkan Tembus Top 300 Dunia, ITS Siapkan Rp83 Miliar untuk Riset

Renatha Swasty • 14 Januari 2026 14:59
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus melakukan berbagai upaya demi mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia. Salah satunya dengan penyusunan program Strategic Research Grant (SRG) 2026.
 
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyampaikan SRG 2026 merupakan skema hibah riset non-kompetisi berbasis kinerja keilmuan. Skema ini dirancang berorientasi pada kesiapan dosen untuk menghasilkan riset berkualitas dalam upaya meningkatkan H-Index. 
 
“SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi,” ujar Bambang melalui keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026. 

Guru Besar Teknik Mesin ITS ini membeberkan sejumlah tujuan strategis yang menjadi fokus capaian skema tersebut. Seperti peningkatan kualitas dan produktivitas riset dosen, penguatan ekosistem kolaboratif, hingga regenerasi peneliti. 
 
Sebagai langkah awal, ITS menargetkan sebanyak 1.186 proposal penelitian dapat selesai di-review hingga akhir Januari sebelum memasuki tahap pencairan dana untuk memperluas basis riset yang berkualitas melalui program ini. 
 
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, menjelaskan ITS mengalokasikan anggaran hingga Rp83 miliar untuk mendukung SRG 2026. Untuk rincian dana riset akan dibagi ke dalam empat tipe, yakni tipe A sebesar Rp30 juta dengan target artikel Scopus Q4, tipe B sebesar Rp40 juta dengan target Scopus Q3, tipe C sebesar Rp50 juta dengan target Scopus Q2 dan rekomendasi kolaborasi industri, serta tipe D sebesar Rp100 juta dengan target satu artikel Scopus Q1.
 
Hatta menuturkan secara nasional kinerja riset, ITS menunjukkan capaian yang cukup kuat. Pada tahun 2025, ITS tercatat menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah proposal Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) terbanyak yang didanai, yakni sebanyak 254 proposal. 
 
“ITS juga meraih Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada subkategori Skor Penelitian Tertinggi,” ujar dia. 
 
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menjelaskan kinerja riset tetap memerlukan sejumlah upaya lanjutan guna mencapai visi ITS Top 300 Dunia. Beberapa tantangan yang perlu diperhatikan adalah adanya 157 dosen yang belum memiliki H-index dan tingkat sitasi publikasi ITS yang masih berada di peringkat keempat di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Indonesia. 
 
Selain itu, kurangnya dukungan lebih untuk dosen magister (S2) dalam meningkatkan kinerja publikasi ilmiah. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dosen dari Departemen Teknik Kimia ITS tersebut menjelaskan DPRM ITS mendukung program SRG 2026 melalui berbagai program pendampingan bagi dosen. 
 
Beberapa program tersebut adalah pelatihan penulisan proposal, pelatihan penulisan artikel ilmiah, akses premium Editage Plus, serta layanan proofreading guna membantu dosen menyiapkan luaran riset yang siap dipublikasikan di jurnal bereputasi.
 
Taufany berharap ITS bisa terus berkembang menjadi kampus yang berdampak guna mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. 
 
“Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS,” ujar Taufany. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan