"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari dalam jumpa pers di kantor Bakom, Jakarta, dikutip Jumat 9 Mei 2026.
Dalam konferensi pers itu, Qodari pun menyebutkan sejumlah nama homeless media yang digandeng Bakom RI. Nama-nama media itu sering muncul di layar instagram hingga TikTok.
| Baca juga: Lestari Moerdijat Dorong Remaja Jujur soal Usia di Media Sosial, Ini Alasannya! |
Homeless media saat ini memang tumbuh pesat melalui platform seperti nstagram, TikTok, hingga X. Kontennya pun beragam, mulai dari informasi lokal, berita viral, isu pendidikan, hiburan, hingga peristiwa terkini yang dikemas secara singkat dan mudah dipahami pengguna internet, khususnya generasi muda.
Lantas sebenarnya apa itu homeless media? Bagaimana homeless media bekerja dan apa pula tujuan dan targetnya? Simak informasi berikut:
Apa itu homeless media?
Dalam jurnal komunikasi digital yang diterbitkan Universitas Tarumanegara (2022) dijelaskan homeless media adalah bentuk media alternatif yang memanfaatkan media sosial sebagai pusat distribusi informasi. Media jenis ini biasanya dikelola secara independen oleh individu, komunitas, atau tim kecil tanpa struktur organisasi sebesar media arus utama.Penelitian berjudul Peran Homeless Media dalam Melakukan Penyebaran Informasi di Media Sosial Instagram itu menerangkan homeless media berkembang karena perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Audiens kini lebih menyukai konten cepat, visual, dan interaktif dibandingkan format berita konvensional yang panjang.
Homeless media juga dinilai mampu menjangkau pengguna internet secara lebih dekat karena menggunakan gaya bahasa santai, desain visual menarik, serta pendekatan yang sesuai dengan budaya digital anak muda. Tidak sedikit akun homeless media yang akhirnya memiliki jutaan pengikut dan tingkat interaksi tinggi di media sosial.
| Baca juga: Apa Itu Fineshyt yang Lagi Viral di TikTok? Ternyata Bukan Makin Lho! |
Sementara itu, penelitian dari Universitas Gunadarma menjelaskan homeless media menjadi alternatif baru bagi generasi Z dalam memperoleh informasi. Generasi muda dianggap lebih nyaman mengakses berita melalui media sosial dibandingkan membuka portal berita formal secara langsung.
Perbedaan homeless media dengan media konvensional
Homeless media memiliki perbedaan mendasar dengan media mainstream atau media arus utama. Media konvensional umumnya memiliki struktur redaksi, proses verifikasi berlapis, hingga badan hukum perusahaan pers dan dinaungi oleh Dewan Pers.Fenomena homeless media juga dianggap sebagai bagian dari transformasi industri media di era digital. Perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada media sosial membuat pola distribusi informasi ikut berubah.
Informasi kini tidak lagi sepenuhnya berasal dari institusi media besar. Tetapi juga dari akun-akun independen yang mampu membangun kedekatan dengan audiens.
Dalam perkembangannya, homeless media diperkirakan akan terus tumbuh seiring meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia. Namun para akademisi komunikasi mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat tetap mampu memilah informasi yang akurat dan dapat dipercaya di tengah derasnya arus konten digital.
Daftar Homeless Media mitra Bakom RI
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari menyebutkan 41 nama homeless media yang menjadi mitra pemerintah. Berikut daftarnya:- Folkative
- Indozone
- Dagelan
- Indomusikgram
- Infipop
- Narasi
- Muslimvlog
- USS Feed
- Bapak-Bapak ID
- Menjadi Manusia
- GNFI
- Creativox
- Kok Bisa?
- Taubaters
- Pandemic Talks
- TaubaTers
- Kawan Hawa
- Folix
- Ngomongin Uang
- Big Alpha
- Good States
- Hai Dulu
- Proud Project
- Vebis
- Unframe
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- Volix Media
- How To Do Nothing
- Everless Media
- Geometry Media
- Folks Diary
- Dream
- Melodi Alam
- NKTSHI
- Modestalk
- Lead Media
- Nalar TV
- Mahasiswa dan Jakarta
- North West
- Mature Indonesia
Homeless media kata dia mesti dirangkul oleh pemerintag. "Kalau dijauhi malah susah ngomong kita. Ya kan? Tambah dulu nih silaturahmi kan begitu," terangnya.
Meski begitu, sejumlah homless media yang namanya disebutkan Qodari sudah menolak untuk bermitra dengan Bakom RI. Bahkan sebagian lainnya mengungkap tidak hadir dalam pertemuan itu, namun tetap saja nama medianya disebutkan Qodari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News