Wisuda. DOK Medcom
Wisuda. DOK Medcom

Penerima Beasiswa Tak Boleh Kehilangan Arah

Ilham Pratama Putra • 27 Februari 2026 17:10
Ringkasnya gini..
  • Sejatinya tujuan akhir pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan dampak.
  • Firdaus menekankan pentingnya integritas dan orientasi pengabdian yang mesti ditanamkan sejak awal bagi penerima beasiswa.
  • Beasiswa bukan hanya soal kemampuan akademik atau keberhasilan lolos seleksi tetapi amanah yang membawa tanggung jawab sosial.
Jakarta: Di tengah euforia berburu beasiswa ke kampus-kampus ternama dunia, para penerima diharapkan bisa terus memegang integritas. Penerima beasiswa tak boleh melupakan pesan atas apa arti pendidikan yang sebenarnya.
 
Pemimpin Redaksi Medcom.id, Achmad Firdaus, menyebut sejatinya tujuan akhir pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan dampak. Para pemburu beasiswa diingatkan tidak kehilangan arah ketika kesempatan beasiswa datang.
 
Firdaus menekankan pentingnya integritas dan orientasi pengabdian yang mesti ditanamkan sejak awal bagi penerima beasiswa. “Kepada para pemburu beasiswa dan penerima beasiswa aktif, tangkaplah kesempatan ini. Tanyakan kepada para alumni, bagaimana menjaga integritas di tengah hiruk-pikuk dunia profesional?” ujarnya dalam Diskusi Scholarship Forum, Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menilai tantangan terbesar justru datang setelah seseorang berhasil mendapatkan beasiswa. Ketika akses pendidikan terbuka lebar, godaan karier global dan iming-iming kenyamanan hidup di luar negeri sering kali menguji komitmen awal untuk mengabdi.
 
Menurutnya, dilema antara idealisme dan realitas karier adalah hal nyata. “Bagaimana menyikapi dilema antara idealisme pengabdian dengan godaan karier yang menggiurkan? Bagaimana menjadi pribadi yang berdampak tanpa kehilangan arah” tanya Daus, sapaan karib Achmad Fidaus.
 
Dia menegaskan beasiswa bukan hanya soal kemampuan akademik atau keberhasilan lolos seleksi. Lebih dari itu, beasiswa adalah amanah yang membawa tanggung jawab sosial.
 
“Beasiswa adalah utang kehormatan. Bukan utang materi, melainkan utang kontribusi,” tegas dia.
 
Data Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menunjukkan sejak 2013 hingga November 2025, lebih dari 58.360 putra-putri terbaik bangsa telah menerima pendanaan studi. Angka tersebut mencerminkan komitmen negara dalam membangun sumber daya manusia unggul. 
 
Namun, ia mengingatkan, keberhasilan program beasiswa tidak semata diukur dari seberapa banyak mahasiswa diterima di universitas top dunia. “Keberhasilan beasiswa tidak pernah diukur dari siapa yang menerima, melainkan siapa yang akhirnya berdampak,” tegas dia.
 
Karena itu, Daus mendorong pemburu beasiswa mulai merancang visi kontribusi bahkan sebelum berangkat studi. Pendidikan tinggi harus diposisikan sebagai sarana memperkuat kapasitas diri untuk kembali membangun Indonesia.
 
“Jadilah alumni yang tidak hanya diingat karena beasiswanya, tetapi dikenang karena dampaknya,” ujar dia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan