Ilustrasi guru dan murid. DOK Puslapdik Kemendikbud
Ilustrasi guru dan murid. DOK Puslapdik Kemendikbud

Program Jabar Sakola Diluncurkan, Ada Bantuan Seragam hingga SPP Gratis

Bramcov Stivens Situmeang • 09 Oktober 2026 11:27
Ringkasnya gini..
  • Pemprov Jabar meluncurkan Program Jabar Sakola (PJS) guna memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
  • Disdik Jabar melakukan verifikasi faktual dan pemadanan data DTKS agar bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran.
  • PJS menyediakan empat skema bantuan mencakup PJS Personal, Operasional, Sekolah Swasta Kerja Sama, dan Mitra Industri.
Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar menghadirkan Program Jabar Sakola (PJS) untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala biaya. Program ini menyediakan empat skema bantuan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, mulai dari pemenuhan kebutuhan pribadi hingga pembiayaan pendidikan.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai skema bantuan yang tersedia, yuk, kenalan dulu dengan Program Jabar Sakola. Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Program Jabar Sakola?

Program Jabar Sakola merupakan program bantuan pendidikan dari Pemprov Jabar yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan masyarakat dan menekan angka putus sekolah di Jawa Barat. Program ini menjadi transformasi dari program beasiswa pendidikan sebelumnya dengan menghadirkan sejumlah skema bantuan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB yang sedang menempuh pendidikan.

Untuk memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan, Disdik Jabar melakukan sosialisasi dan pemadanan data calon penerima. Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga ketepatan sasaran penyaluran bantuan.


 
Ilustrasi guru dan murid_ DOK Puslapdik Kemendikbud
Ilustrasi guru dan murid. DOK Puslapdik Kemendikbud
 

Sosialisasi Program Jabar Sakola

Program Jabar Sakola disosialisasikan di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar serta perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I-XIII.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, menuturkan pemadanan data penerima dilakukan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Langkah ini bertujuan mencegah duplikasi bantuan dengan program pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujar Mohammad Ibrahim dikutip dari laman jabarprov.go.id, Jumat, 9 Oktober 2026.

Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menjelaskan pentingnya verifikasi faktual untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi kriteria. Dia meminta seluruh jajaran di 13 KCD melakukan pemeriksaan data secara langsung.

"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," tutur Ai Nurhasan.

Lantas, apa saja bantuan yang disiapkan melalui Program Jabar Sakola? Berikut empat skema bantuan yang perlu diketahui.
   

Skema Bantuan Program Jabar Sakola

Program Jabar Sakola memiliki empat skema bantuan utama untuk siswa SMA, SMK, dan SLB yang sedang menempuh pendidikan. Setiap skema memiliki sasaran penerima dan bentuk bantuan yang berbeda sesuai kebutuhan. Berikut rinciannya:

1. PJS Personal

PJS Personal ditujukan bagi siswa dari keluarga rentan yang masuk kategori Desil 1 dan tidak menerima bantuan PKH atau PIP. Bantuan ini berupa dana untuk memenuhi kebutuhan personal siswa guna mencegah risiko putus sekolah. 

Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan, seperti pembelian seragam, buku, hingga biaya transportasi harian.

2. PJS Operasional

Skema PJS Operasional menyasar siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang masuk kategori keluarga rentan, yakni Desil 1 dan 2. Melalui skema ini, siswa mendapatkan bantuan berupa keringanan beban pembayaran SPP per tahun. 

Khusus untuk jenjang SLB swasta, seluruh siswa dapat menerima bantuan itu tanpa melihat kriteria desil ekonomi keluarga.

3. PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)

PJS Sekolah Swasta Kerja Sama diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMK swasta yang telah menjalin kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemprov Jabar sejak masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Bantuan yang diberikan mencakup pemenuhan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) serta subsidi SPP bulanan. Skema ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan biaya pendidikan siswa di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

4. PJS Mitra Industri

Skema terakhir adalah PJS Mitra Industri yang menyasar siswa terpilih di kawasan SMK Mitra Industri di Bekasi. Penerima bantuan akan memperoleh beasiswa pendidikan penuh selama tiga tahun hingga lulus. 

Selain mendukung biaya pendidikan, skema ini mencakup persiapan agar siswa siap diserap dunia kerja. 

Melalui empat skema bantuan tersebut, Pemprov Jabar berharap akses pendidikan semakin luas dan tidak ada lagi anak yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pendidikan demi terciptanya generasi Jabar istimewa. 
 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan