Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah

UIN Tulungagung Sediakan 500 Kursi Mahasiswa Baru di Seleksi Mandiri

Pendidikan Jalur Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru PTKI
Antara • 13 Juli 2021 20:21
Tulungagung: Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar ujian mandiri secara daring untuk menjaring mahasiswa baru, 12-16 Juli 2021. Total ada 500 kursi yang disediakan lewat Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) mandiri ini.
 
"Kuota sementara 500 kursi. Namun, jumlah ini bisa bertambah jika pada saat daftar ulang untuk keseluruhan calon mahasiswa baru yang sudah dinyatakan diterima ada yang tidak melakukan daftar ulang," kata Wakil Rektor I UIN Tulungagung, Abdul Aziz, Selasa, 13 Juli 2021.
 
Secara keseluruhan, UIN Tulungagung menyediakan 5.500 kuota mahasiswa baru tahun ini. Hampir 80 persen sudah terisi dari jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tercatat, ada 2.185 pendaftar seleksi jalur mandiri UIN Tulungagung. Pelaksanaan seleksi dipantau langsung oleh tim pengawas UIN Tulungagung. Setiap peserta yang mengerjakan soal ujian secara virtual diawasi untuk memastikan mereka benar atau keliru mengerjakan materi ujian dengan lancar tanpa ada satupun kendala.
 
"Untuk memudahkan pengawasan, peserta SPMB dibagi ke dalam beberapa sesi ujian. Dan karena jumlah pendaftarnya 2.185 orang, setiap hari targetnya ada 500-an peserta," kata Aziz.
 
Baca: UIN Jakarta Buka Pendaftaran Pascasarjana Bidang Pengkajian Islam
 
Ia menjelaskan, SPMB jalur mandiri ini adalah seleksi ujian masuk terakhir untuk bisa diterima di perguruan tinggi. Sebelumnya telah berlangsung dua jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni SPAN PTKIN dan UM PTKIN.
 
"Pembagian peserta ini bertujuan untuk meminimalisasi adanya kendala selama proses seleksi daring berlangsung," ujarnya.
 
Pelaksanaan SPMB mandiri ini dilakukan dalam lima sesi ujian tulis, dengan setiap sesinya diikuti 100 orang peserta. Namun, kurang stabilnya koneksi internet milik peserta seleksi menjadi salah satu kendala yang banyak terjadi selama proses seleksi daring. Sejumlah peserta mengeluh karena saat pelaksanaan ujian daring mengalami log out secara otomatis dan sulit untuk kembali log in.
 
Mereka pun harus menghubungi help desk terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan seleksi tersebut. Petugas pengawas secara berkala memantau peserta melalui kamera handphone maupun laptop yang digunakan mengikuti seleksi.
 
"Kami bisa tahu kalau peserta melakukan kecurangan atau dibantu oleh seseorang dalam mengerjakan soal seleksi daring," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif