Salah satu kegiatan belajar di Sekolah Sukma Bangsa. Foto: Medcom.id
Salah satu kegiatan belajar di Sekolah Sukma Bangsa. Foto: Medcom.id

Sekolah Usulkan Pangkas Jumlah Mata Pelajaran Saat Pandemi

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 29 Juli 2020 18:10
Jakarta: Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Aceh, Ahmad Baedowi mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar diterapkan kebijakan untuk menyederhanakan pembelajaran di tengah pandemi. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memangkas jumlah mata pelajaran.
 
"Misal biasa satu tingkat itu ada 12 mata pelajaran. Bisa dijadikan cukup lima mata pelajaran saja, yang inti-inti," terang Baedowi dalam Konferensi Video, Rabu 29 Juli 2020.
 
Namun bukan berarti, mata pelajaran lain dihilangkan. Baedowi menyebut, mata pelajaran yang bukan inti seperti kesenian bisa digabungkan dengan mata pelajaran lain yang saling berkaitan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi bukan dihilangkan tapi dibentuk kolaboratif learning," ungkap dia.
 
Hal ini, kata Baedowi, akan membantu para siswa saat belajar di tengah pandemi. Sekaligus mengurangi beban guru yang masih ragu-ragu untuk tidak menuntaskan kurikulum di tengah pandemi.
 
Baca juga:Kemendikbud Menegosiasi Provider Agar Beri Diskon Paket Internet
 
Keberadaan kurikulum yang disederhanakan ini memang tengah dinanti banyak pihak. Kemendikbud sendiri telah berulang kali menjanjikan kurikulum darurat di tengah pandemi.
 
Terbaru, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Ainun Naim meminta seluruh pihak untuk bersabar. Dia menyebut kurikulum darurat tersebut tak lama lagi akan diluncurkan.
 
"(Kurikulum) penyederhanaan itu masih dalam proses penyelesaian, sedang difinalisasi," kata Ainun dalam konferensi video daring, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Jelang kurikulum darurat dirilis, Ainun meminta para guru untuk bisa melakukan fleksibilitas dalam pembelajaran. Guru tidak perlu menuntaskan kompetensi pembelajaran di masa pandemi.
 
"Guideline yang kita berikan umum saja, misalnya kita beri fleksibilitas, tidak harus sesuai dengan butir KD (kurikulum dasar) diselesaikan," ujarnya.

 

(CEU)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif