Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah) saat konferensi pers PPDB 2019, di Kantor Kemendikbud,Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.
Mendikbud, Muhadjir Effendy (tengah) saat konferensi pers PPDB 2019, di Kantor Kemendikbud,Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.

Aturan Baru Penggunaan Kartu Keluarga dalam PPDB

Pendidikan PPDB 2019
Citra Larasati • 15 Januari 2019 17:19
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan aturan baru tentang penggunaan Kartu Keluarga untuk mengetahui domisili siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 jalur Zonasi. Aturan baru ini untuk mencegah potensi terjadinya mutasi dadakan saat PPDB.
 
Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang mengatakan, untuk PPDB jalur Zonasi, siswa diminta untuk menyertakan Kartu Keluarga sebagai bukti domisili siswa "Pertambahan yang baru mengenai KK, untuk tahun ajaran 2019/2020 maksimal satu tahun sebelum PPDB," kata Chatarina dalam Konferensi Pers Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Namun menurut Chatarina, Kemendikbud membuat aturan baru yang akan mengunci potensi terjadinya penyalahgunaan KK untuk PPDB yang biasanya menggunakan modus mutasi dadakan.?Para orangtua biasanya menyiasati ketentuan domisili pada jalur zonasi dengan memindahkan domisili anaknya di KK ke tempat tinggal saudara atau kerabat di zona lain yang sama dengan sekolah favorit tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk mengunci (modus ini), kami akan mengutamakan KK yang benar-benar sesuai dengan alamat atau wilayah sekolah asal," terangnya.
 
Sedangkan bagi siswa yang orangtuanya sering berpindah-pindah karena mutasi kerja, maka dapat menggunakan surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh RT/RW atau keluarahan. "Seperti anak-anak tentara, PNS yang sering dipindahtugaskan oleh kantornya, maka biasanya mereka tidak selalu mengganti KK, maka itu bisa pakai surat keterangan domisili yang sesuai dengan alamat sekolah asal," tegasnya.
 
Baca:PPDB 2019 Buka Tiga Jalur Seleksi
 
Surat keterangan domisili maupun KK yang sesuai dengan sekolah asal membuktikan bahwa yang bersangkutan memang sudah tinggal dan sekolah setidaknya satu tahun di zona sekolah asal. Bukan mendadak pindah secara administratif semata, hanya karena ingin mengejar sekolah favorit tujuannya.
 
"Jadi bukan membuat KK hanya untuk mengincar sekolah favorit di zona tertentu," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegaskan akan bertindak tegas jika ada orangtua yang menyalahgunakan surat-surat kependudukan untuk keperluan PPDB. "Nanti akan ada dalam surat edaran, akan dipertegas bisa dipolisikan kalau buat surat-surat palsu," tegas Muhadjir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif