Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bersama Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut panas ekstrem dapat menyebabkan tekanan fisiologis dan kerusakan langsung pada tanaman pangan, ternak, ikan, pohon dan manusia.
Baca Juga :
Cuaca Panas, Sebaiknya AC Pakai Mode Apa?
Dampaknya dapat menjadi lebih besar ketika suhu tinggi terjadi bersamaan dengan kekeringan atau perubahan pola hujan. Kondisi tersebut dapat mengganggu ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman dan hewan.
Dampak Panas Ekstrem pada Tanaman
Tanaman membutuhkan suhu, air dan kondisi lingkungan yang sesuai agar dapat tumbuh dengan baik. Ketika suhu terlalu tinggi, berbagai proses fisiologis tanaman dapat terganggu.Panas ekstrem dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan proses pembentukan hasil. Kekurangan air yang menyertai kondisi panas juga dapat membuat tanaman lebih cepat mengalami stres.
Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas pertanian. Petani juga dapat menghadapi risiko gagal panen ketika kebutuhan air tanaman tidak terpenuhi.
Panas ekstrem dapat berinteraksi dengan faktor lain seperti hujan, kelembapan, angin dan kekeringan. Kombinasi kondisi tersebut dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap sistem pertanian dan ekosistem.
Selain tanaman pertanian, suhu ekstrem juga dapat memberikan tekanan pada hutan dan vegetasi alami. Kondisi panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran di wilayah yang mengalami kekeringan.
Hewan Juga Bisa Mengalami Heat Stress
Hewan juga memiliki batas kemampuan dalam menghadapi suhu tinggi. Ketika tubuh tidak mampu membuang panas secara efektif, hewan dapat mengalami heat stress atau tekanan panas.Pada hewan ternak, kondisi ini dapat memengaruhi perilaku dan produktivitas. Hewan dapat mengurangi aktivitas dan konsumsi pakan, sementara kebutuhan terhadap air meningkat.
Tekanan panas yang berlangsung terus-menerus juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan reproduksi ternak. Dalam kondisi yang sangat ekstrem, panas bahkan dapat meningkatkan risiko kematian.
Dampaknya tidak hanya terjadi pada hewan yang dipelihara manusia. FAO-WMO juga mencatat panas ekstrem dapat memengaruhi ikan dan spesies perairan lainnya.
Ancaman bagi Satwa Liar dan Ekosistem
Satwa liar juga menghadapi risiko ketika suhu lingkungan meningkat melewati batas yang dapat ditoleransi tubuhnya.Laporan IPCC mencatat kejadian panas ekstrem telah dikaitkan dengan kematian sejumlah populasi tumbuhan dan hewan di berbagai wilayah. Di daratan, panas ekstrem pernah dikaitkan dengan kematian massal kelelawar buah dan ikan air tawar.
Di wilayah laut, gelombang panas dapat menyebabkan kematian organisme pembentuk habitat seperti terumbu karang, lamun dan mangrove.
Panas juga dapat mengubah kondisi habitat dan memengaruhi persebaran sejumlah spesies. Hewan yang tidak mampu beradaptasi atau berpindah ke wilayah yang lebih sesuai dapat menghadapi risiko yang lebih besar.
Dampaknya terhadap Ketersediaan Pangan
Gangguan pada tanaman dan hewan pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap sistem pangan. Penurunan hasil tanaman berarti pasokan hasil pertanian dapat ikut berkurang.Sementara itu, tekanan panas pada hewan ternak dapat menurunkan produktivitas dan memengaruhi pertumbuhan maupun reproduksi.
Karena itu, informasi cuaca dan iklim menjadi penting bagi sektor pertanian. Penyesuaian waktu tanam, pengelolaan air, pemilihan varietas yang sesuai serta perlindungan terhadap hewan dapat menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi panas.
Cuaca panas ekstrem pada akhirnya bukan hanya persoalan suhu yang terasa lebih terik. Tanaman, hewan, pertanian dan ekosistem juga dapat ikut terdampak ketika panas berlangsung terlalu lama.
Memahami dampaknya dapat membantu masyarakat, petani dan pengelola peternakan mengambil langkah antisipasi sebelum kondisi menjadi lebih parah.
(Ellen Octovia Suherman)