Rektor Kütahya Dumlupınar University, Prof. Dr. Süleyman Kızıltoprak. Foto: Medcom/Bram Stivens Situmeang
Rektor Kütahya Dumlupınar University, Prof. Dr. Süleyman Kızıltoprak. Foto: Medcom/Bram Stivens Situmeang

Beasiswa Turki 2026 Tawarkan 20.000 Kuota, Cukup Ijazah SMA dan Tanpa TOEFL

Citra Larasati • 24 Januari 2026 21:58
Jakarta: Pemerintah Turki menyediakan 20.000 kuota beasiswa untuk mahasiswa internasional melalui program Study in Turkey. Setiap tahunnya, sekitar 4.000 mahasiswa berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Turki dengan persyaratan yang cukup mudah.
 
Rektor Kütahya Dumlupınar University, Prof. Dr. Süleyman Kızıltoprak, menjelaskan, program beasiswa Turki dirancang untuk membantu mahasiswa internasional mengakses pendidikan berkualitas tinggi. Mahasiswa yang berprestasi bahkan bisa mendapatkan pembebasan biaya kuliah mulai tahun kedua.
 
"Bagi mahasiswa internasional, program Study in Turkey menyediakan sekitar 20.000 beasiswa, namun setiap tahunnya hanya sekitar 4.000 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan tersebut," kata Kızıltoprak kepada Medcom.id, di sela-sela acara Turkish Universities Fair 2026, di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menambahkan, pada tahun pertama mahasiswa internasional biasanya membayar biaya kuliah sendiri. Namun jika mahasiswa menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik di tahun kedua, pemerintah Turki melalui program beasiswa dapat menanggung biaya kuliah mereka.

Persyaratan Mudah Tanpa TOEFL

Kızıltoprak mengatakan, persyaratan masuk universitas di Turki cukup sederhana. Calon mahasiswa hanya perlu menyiapkan ijazah SMA dan biaya kuliah sekitar USD800 atau sekitar Rp13 juta untuk tahun pertama.
 
"Cukup ijazah SMA dan biaya kuliah sekitar 800 dolar AS untuk tahun pertama. Saat ini di Turki juga tersedia program sarjana yang dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi mahasiswa internasional, dan ijazah kami diakui di seluruh dunia," jelas dia.
 
Selain itu, mahasiswa tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL. Universitas menyediakan kelas bahasa Turki yang dapat diselesaikan dalam satu atau dua semester hingga mencapai level C1, sebelum memulai perkuliahan reguler. Pendaftaran dapat dilakukan melalui e-mail dengan melampirkan dokumen seperti paspor, foto, dan ijazah.
 
Untuk biaya hidup, mahasiswa perlu menyiapkan anggaran minimal USD600 untuk asrama dan USD600 untuk kebutuhan sehari-hari per tahun. Universitas juga menyediakan makan siang dan makan malam dengan harga sangat terjangkau, hanya 50 sen per porsi.
 
Saat ini, Kütahya Dumlupınar University telah menampung sekitar 400 mahasiswa Indonesia yang membentuk komunitas solid. Universitas menjamin keamanan dan kenyamanan tanpa adanya diskriminasi atau islamofobia seperti yang sering terjadi di negara Eropa.
 
“Tidak ada diskriminasi rasial maupun Islamofobia seperti yang sering terjadi di Eropa. Turki adalah negara yang aman. Saat ini kami memiliki komunitas mahasiswa Indonesia yang cukup besar, sekitar 400 mahasiswa Indonesia memilih belajar di universitas kami, dan mereka membentuk komunitas yang baik dan solid,” tutupnya. (Bramcov Stivens Situmeang)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan