Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, menekankan, pendidikan menjadi salah satu bidang kerja sama utama antara kedua negara. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk memperluas hubungan bilateral yang telah terjalin selama tujuh dekade lebih.
"Kami meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu bidang kerja sama utama antara Turki dan Indonesia. Hubungan diplomatik kami telah merayakan ulang tahun ke-75 pada 2025, dan kami ingin melihat kerja sama ini terus berkembang," kata Küçükcan di Turkish Universities Fair 2026, yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan pameran pendidikan Turki bertujuan mempertemukan universitas-universitas Turki dengan pelajar Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki populasi muda yang sangat besar, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas menjadi kunci pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Küçükcan memaparkan keunggulan universitas-universitas Turki yang strategis berada di antara Eropa dan Asia. Mahasiswa Indonesia tidak hanya mendapatkan pendidikan berstandar tinggi, tetapi juga kesempatan mengikuti Program Pertukaran Erasmus ke universitas-universitas di Eropa.
"Mahasiswa yang menempuh pendidikan di Turki akan mendapatkan pendidikan berstandar tinggi, sekaligus kesempatan untuk melanjutkan studi atau pertukaran ke universitas-universitas di Eropa melalui Program Pertukaran Erasmus," ujar dia.
Selain itu, Turki menawarkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mahasiswa Indonesia. Kedua negara memiliki kesamaan budaya, tanpa adanya diskriminasi, xenofobia, maupun islamofobia. Berbeda dengan pengalaman di beberapa negara lain yang menerapkan pembatasan visa ketat atau kebijakan imigrasi anti-asing.
Menariknya, mahasiswa Indonesia dapat berkesempatan menjalani praktik dan magang di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka Turki. Universitas-universitas di Turki memiliki hubungan erat dengan industri, khususnya di sektor pertahanan, pertambangan, dan berbagai bidang teknik.
"Mahasiswa yang belajar di Turki akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung di lingkungan akademik dan industri, sehingga mereka dapat mengenal dan mengeksplorasi berbagai teknologi baru yang tengah berkembang di dunia," jelasnya.
Kerja sama pendidikan ini juga diharapkan berdampak pada penguatan kegiatan riset dan pengembangan. Ke depan, universitas-universitas di kedua negara dapat semakin aktif dalam penelitian bersama yang memberikan manfaat bagi Turki dan Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Bahkan, Indonesia juga mengundang pemuda Turki untuk menempuh pendidikan di Tanah Air.
"Kami juga mengundang para pemuda Turki untuk datang dan menempuh pendidikan di Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting. Selain itu, melalui acara ini, kami memperoleh banyak informasi penting mengenai universitas-universitas di Turki, yang tentu sangat bermanfaat bagi kami," kata Sahiron.
Ia menambahkan, kegiatan ini membuka peluang terjalinnya kerja sama akademik yang lebih luas, baik dalam bidang penelitian, pendidikan lanjutan, maupun bentuk kolaborasi akademik lainnya. Pameran pendidikan Turki dinilai memiliki arti strategis dalam mempererat hubungan kedua negara di masa mendatang. (Bramcov Stivens Situmeang)
| Baca juga: Jejak Pendidikan Selebgram Lula Lahfah, Pacar Reza Arap yang Meninggal Dunia |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News