NEWSTICKER
 Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Pemilik KIP Sekolah Otomatis Berhak Dapat KIP Kuliah

Pendidikan KIP Kuliah
Ilham Pratama Putra • 20 Februari 2020 07:07
Jakarta: Pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) Sekolah akan secara otomatis berhak memilki KIP Kuliah sepanjang telah terdaftar di perguruan tinggi. Hal itu dijamin oleh Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam.
 
Untuk yang belum memiliki KIP atau belum tercatat dalam keluarga prasejahtera, maka dipersilakan untuk mendaftar. Nanti data tersebut akan terlebih dahulu divalidasi dan diverifikasi.
 
"Kalau dia berhak mendapat KIP Kuliah pasti akan diberikan, nanti ada verifikasi. Intinya kita tidak menolak hak dari mahasiswa yang memang berhak dapat KIP-K," kata Nizam di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nizam juga tak ingin ada salah pengertian terhadap program KIP Kuliah. Sebab, KIP Kuliah hanya merupakan perubahan nama dan perluasan layanan dari program Bidikmisi saja. Program ini masih akan memberikan bantuan pada keluarga miskin untuk berkuliah.
 
"Kalau sekarang Bidikmisi masih berjalan dalam konteks KIP Kuliah. Kalau dia belum punya KIP, maka dia akan dapat KIP-K selama dia berhak," ujarnya.
 
Nizam juga menambahkan, bahwa Permendikbud yang memayungi KIP Kuliah memang belum diterbitkan. Namun menurut Nizam hal itu tidak menjadi masalah. Pendaftaran KIP Kuliah akan tetap bisa dimulai tanpa Permendikbud.
 
"Iya nanti pendaftaran bisa sembari menunggu permendikbud. Ini sedang harmonisasi, sudah siap semua tinggal harmonisasi saja di Kemenkumham, mudahan-mudahan enggak lama lagi," tegas dia.
 
Untuk diketahui, Pemerintah menargetkan 818.000 mahasiswa untuk menerima KIP Kuliah pada tahun 2020. KIP Kuliah dikelompokkan menjadi KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi yang mencakup dukungan bagi penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), serta wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial.
 
“Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa Bidikmisi on-going tahun 2016-2019 sebanyak 418.000 mahasiswa dan KIP Kuliah untuk calon mahasiswa baru sebanyak 400.000 mahasiswa," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im.
 
Pihaknya menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasi. Hingga saat inipun penerima Bidikmisi masih terus mendapatkan bantuan pendidikan sampai dengan masa studi selesai.
 
“Tidak ada perubahan apapun terhadap program bantuan pendidikan yang sedang diterima. Sesuai rencana, dana Bidikmisi semester genap akan dicairkan pada awal Maret 2020,” jelas Ainun.
 
Bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan lulus SMA, SMK, MA atau sederajat pada tahun 2018-2020, dipersilakan mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah mulai awal Maret 2020. Pendaftaran dilakukan secara online pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.
 
Data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP Kuliah sama dengan persyaratan mendapatkan Bidikmisi, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail. Setelah diverifikasi oleh sistem, calon akan menerima nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
 
Untuk calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masih mungkin menerima KIP Kuliah. Hal ini memungkinkan selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif