Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud Diminta Gencarkan Sosialiasi Kurikulum Darurat

Pendidikan Virus Korona Kurikulum Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Agustus 2020 18:06
Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gencar mensosialisasikan kurikulum darurat. Sosialisasi masif diperlukan menghindari kebingungan di kalangan guru dan siswa.
 
"Pemerintah perlu memaksimalkan upaya sosialisasi kurikulum darurat," kata Nadia dalam siaran pers, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Nadia meyakini penyederhanaan kurikulum akan menjadi percuma bila tak tersampaikan dengan baik ke guru atau siswa. Meskipun, Kemendikbud mengeklaim kurikulum yang terbit berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus ini sudah sangat sederhana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanpa ada sosialisasi yang memadai, penerbitan kurikulum ini akan sia-sia," ungkapnya.
 
Menurut dia, niat menjadikan kurikulum darurat ini sebagai alternatif juga belum tentu bisa dipahami sekolah dan guru jika tidak tersampaikan dengan benar. Kurikulum ini justru berpotensi membikin bingung sekolah dan guru.
 
"Pemberian alternatif kurikulum tanpa adanya sosialisasi akan sia-sia karena sekolah dan guru akan kesulitan dalam mengimplementasikannya. Pemerintah perlu memberikan sosialisasi yang baik agar guru-guru dapat menerapkan kurikulum ini dengan tepat," lanjutnya.
 
Baca:FSGI: Memperpanjang PJJ Pilihan Terbaik
 
Nadia mengungkapkan, sosialisasi ke daerah yang minim infrastruktur telekomunikasi yang memadai menjadi tantangan bagi pemerintah. Selain sosialisasi, perlu juga adanya komunikasi yang erat antara pemerintah dan sekolah untuk melakukan evaluasi dalam pelaksanaan kurikulum darurat.
 
"Hal ini sangat penting mengingat bahwa kurikulum ini akan digunakan hingga akhir tahun," ujarnya.
 
Hal lain yang mesti diperhatikan adalah gencarnya imbauan kepada guru agar bisa secara aktif mengimplementasikan, sekaligus memberikan masukan terhadap kurikulum darurat ini. Meskipun dalam konteks pandemi, kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
 
"Mengingat adanya potensi penurunan kemampuan belajar (learning loss) akibat tidak masuk sekolah selama berbulan-bulan lamanya," cetusnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif