Ilustrasi sekolah. MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi sekolah. MI/Andri Widiyanto

Peneliti BRIN: Anak Sakit Diare dan Muntah Harus Dilarang Datang ke Sekolah

Pendidikan Sekolah diare anak BRIN Hepatitis Akut
Ilham Pratama Putra • 12 Mei 2022 15:41
Jakarta: Kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak terus bermunculan. Pola hidup dan lingkungan bersih menjadi perhatian, terutama di sekolah.
 
Plt Kepala Pusat Riset Kedokteran Pre-klinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan, meminta anak-anak yang sakit diare dan muntah tidak datang ke sekolah. Hal itu sebagai langkah pencegahan hepatitis akut.
 
"Anak-anak yang sedang sakit muntah dan diare disarankan untuk tinggal di rumah sampai gejalanya hilang," kata Harimat dalam konferensi pers daring BRIN, Kamis, 12 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harimat menyebut anak-anak yang sembuh dari sakit itu juga tidak boleh langsung masuk sekolah. Mereka harus isolasi mandiri selama dua hari di rumah setelah sembuh.
 
"Tinggal di rumah sampai gejalanya hilang dan dinyatakan sehat untuk bisa kembali ke sekolah setelah 48 jam gejala mengilang," papar dia.
 
Harimat juga meminta orang tua dan pengasuh anak dapat memberikan sosialisasi hidup bersih dan sehat. Anak mesti diajarkan mencuci tangan dengan air dan sabun dengan teratur serta diajarkan etika bersin.
 
"Selain protokol kesehatan, anak-anak harus diajarkan untuk menutup ketika batuk dan bersin pada lengan, menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut," tutur dia.
 
Baca: Tak Mempan dengan Hand Sanitizer, Ini Langkah Pencegahan Hepatitis Akut
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif