Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Zoom
Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Zoom

LLDikti III Luncurkan 5 Klinik Dikti Monas, Atasi Masalah Kampus saat Pandemi

Citra Larasati • 18 Februari 2022 17:33
Jakarta:  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III meluncurkan fasilitasi layanan perguruan tinggi dalam bentuk klinik-klinik bertajuk MONAS (Melayani Optimal, Integritas, Amanah dan memberi Solusi). Klinik tersebut hadir untuk membantu perguruan tinggi yang ada di wilayah kewenangan LLDikti III saat menghadapi masalah selama pandemi covid-19.
 
LLDikti Wilayah III merupakan satuan kerja dari Kemendikbudristek yang bertugas dalam hal peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi khususnya di Provinsi DKI Jakarta.  Terdapat 297 perguruan tinggi yang berada di bawah kewenangan LLDikti Wilayah III.
 
Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, bahwa pandemi covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini telah mengubah kebiasaan beraktivitas masyarakat.  Mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak awal, keselamatan dan Kesehatan sudah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, khususnya di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Menurut Paristiyanti, pandemi malah membawa transformasi dalam penggunaan teknologi, yaitu pembelajaran secara daring bagi warga kampus.
 
Terlepas dari kendala yang dihadapi selama pandemi, insan pendidikan tinggi justru beradaptasi dengan sangat cepat. "Pembelajaran daring mendorong kemampuan mahasiswa menjadi independent learner, yang menjadi kompetensi penting di abad ini," terangnya.

Berikut Lima Klinik Monas yang difasilitasi LLDikti Wilayah III:

1. Klinik Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Dalam rangka mewujudkan transformasi pendidikan tinggi, LLDikti Wilayah III turut mendorong perguruan tinggi agar mampu mencapai 8 Indikator Kinerja Utama. Klinik MBKM hadir agar mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman di luar kampus.
 
Perguruan Tinggi akan didukung dalam menerapkan opsi MBKM, seperti konversi kredit nilai hingga teknis pelaporan di pangkalan data pendidikan tinggi.  Implementasi MBKM yang dapat dilakukan mahasiswa terdiri dari magang/praktik kerja, pertukaran pelajar antarprogram studi, kegiatan kewirausahaan, asistensi mengajar, studi/proyek mandiri, KKN/KPM Desa Tematik, riset/penelitian, dan program kemanusiaan.

2. Klinik Jurnal

Layanan ini dibuat untuk memfasilitasi dosen, agar hasil penelitian dan pengabdiannya dapat bermanfaat bagi masyarakat, serta akan mendapat rekognisi secara internasional. Melalui klinik jurnal, perguruan tinggi sebagai afiliator jurnal ilmiah akan didorong untuk mendapatkan serta meningkatkan peringkat akreditasi jurnal ilmiahnya.

3. Klinik Mutu

hingga awal tahun 2022 ini, menurut data di PDDIKTI masih terdapat 135 perguruan tinggi di Provinsi DKI Jakarta yang belum terakreditasi. Klinik Mutu yang diperuntukkan bagi kampus yang sedang dalan persiapan akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi.
 
Layanan yang diberikan meliputi penyusunan sistem penjaminan mutu internal Merdeka Belajar, kurikulum di era 4.0, pendampingan akreditasi internasional dan konversi akreditasi unggul.

4. Klinik Jabatan Akademik dan Sister

Tercatat pada tahun 2021, jumlah Guru Besar di Provinsi DKI Jakarta jumlahnya masih kurang dari 2 persen dari jumlah dosen yang ada. Maka, layanan ini disediakan untuk pengembangan karier dosen, seperti sertifikasi pendidik, pengembangan kompetensi profesional, kenaikan jabatan fungsional, dan pengembangan karya ilmiah dosen.
 
Selain itu, klinik ini juga akan mengakomodir hal-hal teknis seputar sistem informasi sumber daya terintegrasi (sister), yang digunakan dosen dalam hal perubahan data, portofolio, beban kerja dosen, penilaian angka kredit, dan sebagainya. 

5. Klinik Mahasiswa

Klinik ini merupakan klinik yang menyediakan layanan seputar Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, forum relawan mahasiswa sebagai kegiatan di luar kampus.  Yaitu pengabdian masyarakat, pusat karier tracer study dan pengelolaan kemahasiswaan pada aplikasi terstandar nasional.
 
Klinik mahasiswa hadir sebagai pemberi solusi baik bagi mahasiswa maupun perguruan tingginya. Selain akan mendapatkan pembinaan mengenai pengelolaan pendanaan kuliah dan penerima KIP Kuliah yang berprestasi di tingkat nasional juga akan diapresiasi.
 
Selain itu, kegiatan kerelawanan juga dapat dikonversi menjadi kegiatan penelitian mahasiswa kepada masyarakat dalam hal implementasi MBKM. 
 
Baca juga:  Pendidikan Tinggi Masih Bingung MBKM, Kemendikbudristek: Tanda Kita Belajar
 
Paristiyanti juga mengapresiasi perguruan tinggi yang saat ini sudah mempertahankan mutunya dan menjadi kampus taat azas (terselenggara sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan Kemendikbudristek) dan telah menggelorakan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
 
“Semoga dengan adanya 5 klinik MONAS ini, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Wilayah III dapat terus berkomitmen agar perguruan tinggi di Provinsi DKI Jakarta menjadi kampus-kampus yang bermutu, salam dari Jakarta untuk Indonesia”.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif