Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto: Medcom/Ilham Pratama Putra.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto. Foto: Medcom/Ilham Pratama Putra.

SMK Pusat Keunggulan Bakal Diarahkan Menjadi Sekolah Penggerak

Pendidikan Pendidikan Vokasi Kebijakan pendidikan Program Pendidikan Vokasi SMK Sekolah Penggerak SMK Pusat Keunggulan
Ilham Pratama Putra • 28 Desember 2021 10:50
Jakarta: Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto ingin menjadikan SMK Pusat Keunggulan (PK) menjadi sekolah percontohan bagi SMK lainnya. SMK PK bakal diarahkan menjadi Sekolah Penggerak.
 
"SMK PK juga akan menjadi Sekolah Penggerak yang berperan sebagai rujukan serta memiliki semangat pengimbasan bagi kinerja SMK lainnya dengan pilar utamanya adalah Merdeka Belajar," ujar Wikan dalam keterangannya, Selasa 28 Desember 2021.
 
Sejak 2020 hingga sekarang, setidaknya sudah ada 901 SMK PK di tanah air. Kini pendaftaran program SMK PK terus digencarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, kata dia, Kemendikbudristek kembali membuka pendaftaran SMK PK untuk tahun 2022. Pendafraran program SMK PK dilakukan hingga 14 Januari 2022.
 
Wikan percaya, jika program ini mampu mengembangkan kemampuan SMK. Hal itu tampak pada evaluasi capaian kerja yang dilakukannya pada 2021.
 
"Kami targetkan SMK PK menjadi teaching factory dan itu sudah optimal, link and match sudah lengkap, dan mengimbas ke SMK lain," tutur Wikan.
 
Baca: SMK Pusat Keunggulan Dibagi ke Dalam 4 Level
 
Ia menekankan, jika tujuan utama dari Program SMK PK berpusat pada membangun SMK yang menghasilkan lulusan yang kompeten, diterima bekerja atau menjadi wirausaha dengan penghasilan yang kompetitif. Pada 2022, Ia ingin memperkuat kemitraan dan keselarasan SMK PK dengan industri melalui skema Pemadanan Dukungan atau matching support scheme.
 
Setiap SMK peserta Program SMK PK akan mendapat kucuran dana untuk melakukan penguatan pembelajaran berpusat pada kebutuhan kerja melalui teaching factory yang aktif memproduksi, peningkatan kapasitas SDM baik hard skills maupun soft skills, pengembangan kurikulum project based learning (PBL), serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana. 
 
Dari sisi penguatan produktivitas dan ekonomi, Program SMK PK difokuskan pada keahlian yang mendukung sektor industri dengan tren pertumbuhan prositif sehingga berpotensi tinggi di masa depan. Pada tahun ini, Kemendikbudristek memperkenalkan Skema Pemadanan Dukungan untuk meningkatkan kolaborasi yang terukur nyata dengan dunia kerja. 
 
"Kami akan mengerahkan industri agar memberikan dukungan yang lebih konkret, jadi tidak hanya paket link and match, tetapi industri mau berkontribusi memberikan anggaran pada pengampu SMK PK," terangnya.
 
Melalui Skema Pemadanan Dukungan SMK PK, kata dia, industri dapat memberikan intervensi lanjutan pada program SMK PK. Intervensi industri ini di antaranya dilakukan dalam bentuk upskilling maupu reskilling guru kejuruan, penyelarasan kurikulum, pembelajaran berbasis projek, praktik kerja lapangan, bantuan sarana dan prasarana untuk mengembangan teaching factory, hingga pada hilirisasi produk.
 
"Jadi diharapkan dengan tambahan skema ini, mampu menumbuhkan sense of belonging dari industri. Misalnya, industri nantinya akan ikut memberikan preferensi terkait spesifikasi alat yang digunakan, kurikulum, dan lain sebagainya," tutur Wikan.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif