Sistem Zonasi Jadi Tonggak Penataan Reformasi Sekolah
Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: Humas Kemendikbud
Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sistem zonasi menjadi tonggak penataan reformasi sekolah mulai dari TK sampai jenjang SMA.

"Sistem zonasi merupakan landasan pokok dari penataan reformasi sekolah secara keseluruhan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)," ujar Muhadjir Effendy di Jakarta.


Melalui sistem zonasi tersebut nantinya bisa diperkirakan berapa lulusan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dia memberi contoh misalnya untuk jenjang SMP di daerah itu yang lulus sebanyak 300 siswa, namun yang masuk ke SMA itu hanya 200 siswa.

"Nah, sekolah bisa mencari kemana 100 siswa lainnya. Jadi nanti sekolah memiliki inisiatif untuk mencari siswa yang tidak sekolah, sehingga wajib belajar 12 tahun bisa dimanfaatkan," tambah mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Dengan adanya sistem zonasi tersebut, afirmasi yang diberikan adalah dari sekolah maju membina sekolah yang belum maju. Dengan sistem itu pula, ke depan tidak ada lagi istilah sekolah favorit, karena semua sekolah terbuka peluangnya untuk menjadi "favorit".

kepada sekolah swasta, Muhadjir juga mendorong agar lekas-lekas meningkatkan kualitas agar bersaing atau dapat melampaui sekolah negeri. Sehingga jika masyarakat tidak puas dengan pelayanan  di sekolah negeri, bisa mencari alternatif di sekolah swasta.

"Misalnya di sekolah publik, pelajaran agamanya kurang maka masyarakat bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang berbasiskan agama. Begitu juga jika anaknya berbakat seni, masyarakat bisa menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang bagus pelajaran seninya," papar dia.

Muhadjir juga menjelaskan bahwa soal-soal berbasiskan high order thinking skills(HOTS) merupakan suatu keharusan agar siswa memiliki keterampilan abad 21. Keterampilan abad 21 tersebut yakni komunikasi, kolaborasi, kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, serta kreatif dan inovasi.

 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id