Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kemendikbud, Supriano menyatakan, akan menggeser pola pelatihan guru dengan menggunakan hasil nilai UN sebagai dasar perbaikan. Jika sebelumnya pola pelatihan guru dilakukan secara umum dan massal. Tetapi mulai tahun ini akan diubah menjadi lebih fokus pada permasalahan atau kelemahan pada guru di setiap zona.
“Tentunya hasil UN akan kita jadikan rujukan bagi perbaikan proses pembelajaran. Dengan adanya hasil UN ini akan ditarik per zona, saya rasa akan lebih mudah melakukan intervensi peningkatan pembelajaran di kelas. Tentunya akan terjadi proses peer teaching yang baik dan kolaborasi,” tutur Supriano.
Baca: Hasil UN Jadi Dasar Perbaikan Pembelajaran
Menurut Supriano, saat ini modul-modul disiapkan berdasarkan kebutuhan di masing-masing unit-unit pembelajaran di setiap zona. “Bisa jadi di setiap zona akan berbeda modul pelatihannya. Di pelatihan ini kita berfokus kepada masalah yang ada,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Kemendikbud, Harris Iskandar menyatakan akan segera melakukan item analysis dengan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang untuk menetapkan strategi perbaikan berdasarkan hasil UN.
“Kami mohon dari GTK (Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan), karena ini para tutornya juga banyak yang belum mendapatkan pelatihan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Mudah-mudahan dari sini kita segera bisa menyelesaikannya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News