"Intinya, riset, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat menempati peran strategis dalam penguatan internal PTKI," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamarudin Amin, saat acara Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2019, dalam keterangan pers, Rabu, 27 Maret 2019.
Melalui gelaran ACRP kualitas proposal penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan bisa ditingkatkan. Menurut Kamarudin, nantinya proposal-proposal ACRP yang layak, akan ditindaklanjuti dengan dukungan bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag).
"Dengan uji kelayakan proposal oleh tim reviewer diharapkan akan mampu menghasilkan output riset dan temuan-temuan dan pengembangannya yang produktif bagi kehidupan keagamaan dan kebangsaan kita," ucap Kamarudin.
Baca: Menag Sebut Penelitian Sebagai Jihad
Kamarudin menjelaskan, secara internal, akreditasi institusi ataupun program studi tergantung dari seberapa banyak riset, karya tulis atau kerja-kerja nyata yang diselenggarakan oleh dosen PTKI. Selain itu, kenaikan jabatan fungsional dosen dari lektor ke lektor kepala, atau dari lektor kepala menjadi guru besar itu tergantung dari aktivitas penelitian dan karya tulis yang terpublikasi pada jurnal atau buku-buku ilmiah.
Secara eksternal, para dosen PTKI diharapkan mampu menemukan akar persoalan dan sekaligus solusi yang ditawarkan dalam pembenahan bangsa melalui riset yang dilakukannya. Dosen PTKI pun harus turun gunung, hadir ke tengah-tengah masyarakat untuk mendampingi dan melakukan pemberdayaan melalui program pengabdian.
Di sisi lain, para dosen juga diharapkan mampu berkontribusi memberikan pencerahan melalui artikel dan tulisan-tulisan ilmiahnya. "Rangkaian penelitian, publikasi ilmiah dan pegabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen merupakan langkah nyata dalam memberikan kontribusinya bagi penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Kamarudin.
ACRP 2019 mengusung tema 'Meningkatkan Kinerja Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Melalui Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat'. ACRP tahun 2019 merupakan event kali kedua setelah sukses pada 2018 dan dihadiri ratusan peneliti.
Dari 2.314 Proposal yang masuk tim reviewer ACRP 2019 berhasil menyaring dan menetapkan 566 nominasi penerima bantuan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kamarudin Amin dalam laporannya mengatakan, pada tahun anggaran 2018, pihaknya telah memfasilitasi setidaknya 764 proposal penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat dengan dukungan pendanaan mencapai Rp39,4 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News