"Saya mengharapkan dapat menyiapkan moda pembelajaran baru yang menyesuaikan dengan era 4.0 yang saat ini sedang berkembang," kata Rektor UEU, Arief Kusuma di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.
Meskipun, saya yakin masih ada kelebihan dari moda pembelajaran tatap muka, namun moda pembelajaran tersebut akan perlahan bergeser ke pembelajaran jarak jauh. "Tentunya dijalankan tanpa mengurangi mutu pendidikan," ujar Arief.
Proses pembelajaran ini, akan disesuaikan dengan berkembangnya Era Revolusi Industri 4.0. Transformasi pendidikan dari tradisional menjadi digital e-Learning ini dilakukan, menurut Wakil Rektor II UEU, Purwanto, untuk mempermudah proses pembelajaran yang dapat menembus batas negara dan waktu.
Tak hanya itu, penggunaan e-Leaning ini juga menekan efisiensi biaya yang dikeluarkan tanpa mengurangi mutu pembelajaran. Sehingga nantinya model pembelajaran di UEU akan dijalankan dengan menggunakan teknologi yanng fleksibel seperti smartphone.
Baca: Pendidikan dan Industri Belum Link and Match
"kita akan coba bahan ajar bapak ibu sekalian , kita konversikan ke teknologi yang fleksibel yakni smartphone. Bapak ibu sekalian akan membuat bahan ajar dari bentuk power point, sehingga mahasiswa dapat membaca bahan ajar lewat telepon genggam, tidak perlu laptop lagi. Nantinya mereka dapat mengakses bahan ajar termasuk video, di manapun mereka berada entah di pantai, di mall atau tempat lainnya," ujarnya.
Ia menuturkan dengan metode pembelajaran ini diharapkan apa yang ditawarkan mampu menjawab tantangan di era industri 4.0 di dunia pendidikan. Menurutnya, Tantangan untuk menyesuaikan tersebut seharusnya bukan merupakan beban bagi tenaga pendidik, terutama dosen untuk menyampaikan pembelajaran kepada mahasiswa.
"Malah hal ini seharusnya dapat memunculkan inovasi bagi dosen untuk membuat materi-materi yang lebih menarik dan inovatif," tutup Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News