Buku Termahal di Dunia (Dok. Medcom)
Buku Termahal di Dunia (Dok. Medcom)

Hari Buku Sedunia, Inilah Deretan 10 Karya Literasi dengan Nilai Jual Tertinggi di Dunia

Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 April 2026 22:27
Ringkasnya gini..
  • The Book of Mormon dan Codex Leicester memuncaki daftar dengan harga masing-masing menembus angka Rp500 miliar.
  • Buku seperti St. Cuthbert Gospel dihargai ratusan miliar karena memiliki teknik penjilidan asli tertua di dunia sejak abad ke-7.
  • Koleksi seperti The Birds of America membuktikan bahwa ilustrasi tangan yang detail mampu memberikan nilai investasi hingga Rp154 miliar.
Jakarta:  Setiap tanggal 23 April, dunia merayakan Hari Buku Sedunia. Bagi banyak orang, buku adalah jendela ilmu, namun bagi para kolektor kelas kakap, buku adalah benda bersejarah yang nilainya melampaui emas.
 
Kombinasi antara kelangkaan, sejarah yang kuat, hingga keindahan ilustrasi tangan membuat beberapa buku berikut terjual dengan harga yang fantastis di balai lelang ternama seperti Christie's dan Sotheby’s. Berikut adalah daftar 10 buku termahal di dunia yang pernah terjual:

The Book of Mormon (Draft Asli, 1830) – Rp560 Miliar

Hari Buku Sedunia, Inilah Deretan 10 Karya Literasi dengan Nilai Jual Tertinggi di Dunia
Memegang rekor sebagai buku antik termahal yang pernah terjual, naskah ini adalah draf cetak asli yang ditulis tangan sesuai dikte pendiri Mormonisme, Joseph Smith. Pada 2017, naskah ini terjual seharga US$35 juta atau sekitar Rp560 miliar.
 

The Codex Leicester (Leonardo da Vinci) – Rp492,8 Miliar

Hari Buku Sedunia, Inilah Deretan 10 Karya Literasi dengan Nilai Jual Tertinggi di Dunia
Buku setebal 72 halaman ini berisi catatan ilmiah dan ilustrasi tangan maestro Renaissance, Leonardo da Vinci. Dibeli oleh Bill Gates seharga US$30,8 juta (setara Rp492,8 miliar), buku ini ditulis dengan gaya tulisan terbalik yang sangat unik.

Magna Carta (Abad ke-13) – Rp341,1 Miliar

Dokumen ini merupakan fondasi sistem hukum modern di dunia. Versi yang terjual melalui balai lelang Sotheby’s ini memiliki nilai fantastis mencapai US$21,3 juta atau sekitar Rp341,1 miliar karena kondisinya yang masih sangat terawat.

Northumberland Bestiary (Abad ke-13) – Rp320 Miliar

Buku era Gotik ini merupakan kumpulan dongeng tentang hewan nyata maupun mitologi. Naskah misterius ini dihiasi lebih dari seratus gambar abad pertengahan yang memukau dan ditaksir memiliki nilai jual mencapai Rp320 miliar.

St. Cuthbert Gospel (Abad ke-7) – Rp228,8 Miliar

Hari Buku Sedunia, Inilah Deretan 10 Karya Literasi dengan Nilai Jual Tertinggi di Dunia
Ini adalah buku tertua dalam daftar ini. Ditemukan kembali dari makam St. Cuthbert, buku saku ini sangat berharga karena memiliki jilid buku asli tertua di dunia yang masih bertahan. Harganya mencapai US$14,3 juta atau Rp228,8 miliar.

Bay Psalm Book (1650) – Rp226,6 Miliar

Buku ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai buku pertama yang pernah dicetak di Amerika Utara. Hanya ada 11 salinan yang diketahui masih ada di dunia, membuat harganya meroket hingga US$14,1 juta atau setara Rp226,6 miliar.

The Rothschild Prayerbook (Abad ke-16) – Rp208 Miliar

Sebuah manuskrip doa dari era Renaissance yang dihiasi ilustrasi sangat detail oleh master lukis Gerard David. Buku ini terjual seharga US$13 juta atau sekitar Rp208 miliar pada tahun 2014.

The Birds of America (1827-1838) – Rp154,4 Miliar

Karya John J. Audubon ini berisi lebih dari 1.000 spesies burung yang digambar sesuai ukuran aslinya. Karena kelangkaan dan keindahan warnanya, buku ini terjual seharga US$9,65 juta atau setara Rp154,4 miliar.

The Bomberg Talmud (Edisi 1519-1539) – Rp149,1 Miliar

Dicetak dengan bahasa Ibrani asli di Venesia, buku ini dipuji karena keindahan teknik cetak dan penjilidannya yang sangat mewah. Koleksi ini terjual dengan harga US$9,3 juta atau sekitar Rp149,1 miliar.

Fragmen Al-Qur'an (Abad ke-7) – Rp50,1 Miliar

Manuskrip ini mencetak rekor untuk teks Islam antik. Ditulis menggunakan aksara Hijazi (salah satu bentuk kaligrafi Arab tertua), lembaran ini terjual seharga £2,48 juta atau setara Rp50,1 miliar.
 
Melihat nilai jualnya yang terus meroket, buku-buku langka ini kini telah bergeser menjadi instrumen investasi yang sangat diperhitungkan oleh kolektor dunia. Namun, lebih dari sekadar angka di atas kertas lelang, keaslian dan kelangkaan naskah-naskah ini adalah harta karun budaya yang harus dijaga. Bagi para pecinta buku, memiliki satu karya berharga tentu bukan soal gengsi, melainkan soal menjaga sejarah agar tetap hidup hingga generasi mendatang.

(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan