Ilustrasi suasana Raker Komisi X. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Ilustrasi suasana Raker Komisi X. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Anggaran POP Dialihkan untuk Subsidi Pulsa Guru

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 27 Agustus 2020 17:26
Jakarta: Anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) tahun 2020 akan direalokasikan menjadi bantuan pulsa untuk guru. Menyusul keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunda POP hingga 2021.
 
"Jadi anggaran program POP tahun ini kita dedikasikan untuk guru. Kami umumkan bahwa dana yang digunakan tahun ini akan direalokasi untuk membantu guru dalam bentuk pulsa di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ujar Mendikbud, Nadiem Makarim dalam Rapat Kerja Komisi X DPR yang digelar secara virtual, Kamis, 27 Agustus 2020.
 
Adapun anggaran POP tahun ini sebesar Rp595 miliar. Realokasi anggaran ini, kata Nadiem, dapat membantu guru yang ekonominya terdampak pandemi virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kami akan merealokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru yaitu pulsa yang juga dampak ekonominya besar bagi guru," terang Nadiem.
 
Baca juga:Nadiem Tunda Penyelenggaraan POP, Ini Alasannya
 
Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan, penundaan POP itu sekaligus untuk menyempurnakan program tersebut. Pihaknya bakal melakukan penyempurnaan lewat berbagai rekomendasi yang masuk kepada pihaknya.
 
Setidaknya ada tiga hal yang membuat Nadiem ingin menunda POP. Pertama untuk merangkul kembali ormas besar di dunia pendidikan yang sebelumnya memilih untuk mengundurkan diri.
 
"Kedua untuk memastikan persiapan di masa covid, agar program itu bisa terjaga dengan baik, memberikan ormas tersebut waktu untuk merencanakan program pelatihan, transformasi sekolahnya di masa covid-19 ini dengan lebih detail," ujarnya.
 
Terakhir, untuk memastikan dan menjawab kecemasan masyarakat maupun ormas. Menyusul selama ini muncul anggapan jika terdapat organisasi yang tidak layak namun lolos POP.
 
"Misalnya kita harus mengecek dan memverifikasi rekam jejak ormas masing-masing, sekecil apapun kalau dia lulus seleksi harus kita cek dan ricek dan ricek," pungkas Nadiem.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif