Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho meminta Mendikbud Nadiem Makarim juga ikut mengawal proses IKU. Karena dari IKU tersebut nantinya akan didapatkan lulusan berkualitas dari perguruan tinggi.
"Jadi penting diperhatikan (oleh Nadiem) nanti kualitas lulusan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan kualitas proses dalam menjalankan IKU seperti apa," kata Jamal kepada Medcom.id, Jumat, 1 Januari 2021.
Menurutnya, pihak Kemendikbud, utamanya Nadiem harus mengetahui dan memantau kemana perginya generasi penerus bangsa setelah keluar dari perguruan tinggi. Harus terdata secara jelas SDM yang siap terjun di masyarakat.
"Beberapa yang mendapatkan pekerjaan berapa persen, berapa persen studi lanjut, berapa yang kemudian jadi wirausahawan," terang dia.
Baca juga: 2021, Infrastruktur Internet untuk Pendidikan Bakal Dibenahi
Lebih lanjut, dirinya yang juga rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menyebut IKU telah menjadi standar pembentukan kualitas dan kompetensi kampus. IKU dijadikan tolok ukur keberhasilan kampus di 2021.
"Jadi kami ingin mengamankan IKU itu dengan banyak variasi. Artinya bisa saja bagaimana mengubah kurikulumnya, bagaimana mengubah mindest dosen mahasiswa, kemudian mendekatkan kampus dengan dunia usaha dan dunia industri, itu yang segera dirancang," tutup Jamal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News