Universitas Brawijaya. Foto: Dok Humas UB.
Universitas Brawijaya. Foto: Dok Humas UB.

UB Terima 5.400 Mahasiswa Baru dari Jalur Mandiri Gelombang Pertama

Antara • 25 Juni 2021 15:44
Malang: Universitas Brawijaya (UB) menerima sekitar 5.400 mahasiswa baru dari jalur mandiri gelombang pertama yang diumumkan pada Selasa, 22 Juni 2021. Jumlah ini setara 8 persen dari total 35.375 pendaftar seleksi mandiri gelombang pertama.
 
Wakil Rektor Bidang Akademik Aulanni’am, UB menyelenggarakan seleksi mandiri dalam dua gelombang. Seleksi mandiri gelombang pertama dan kedua diperuntukkan bagi program sarjana dan pendidikan vokasi. Seleksi mandiri seperti tahun lalu menggunakan prestasi akademik (rapor) dan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
 
Seleksi mandiri gelombang pertama dilaksanakan pada 2 hingga 16 Juni 2021, dan hasil seleksi diumumkan pada 22 Juni 2021. Sedangkan, gelombang kedua pendaftaran dilakukan pada 18 Juni hingga 13 Juli 2021 dan pengumuman hasil seleksi pada 17 Juli 2021.

"Terakhir nanti kami mengadakan seleksi vokasi. Kami harap melalui seleksi mandiri yang diadakan dua gelombang, siswa berprestasi yang belum beruntung pada SNMPTN dan SBMPTN bisa terjaring melalui Seleksi Mandiri tersebut," ujarnya.
 
Baca: Ujian Daring Masuk Unpad Jalur Mandiri Digelar 26 Juni
 
Bagi siswa yang belum lolos pada Seleksi Mandiri gelombang pertama masih bisa mengikuti gelombang kedua dan seleksi jalur Vokasi.
 
Tercatat dua siswa yang masuk UB dengan predikat peraih nilai sempurna untuk Program Saintek pada UTBK. Keduanya yakni Muhammad Irfan dan Muhammad Hanan.
 
Hanan meraih nilai sempurna atau 1.000 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia. Sementara Irfan, meraih nilai sempurna untuk mata pelajaran Kimia. Hanan saat ini telah diterima di Jurusan Teknik Informatika Filkom, sementara Irfan diterima di Jurusan Teknik Kimia.
 
"Saya dari kecil suka mata pelajaran Matematika dan Kimia. Saya juga bukan termasuk siswa yang berprestasi. Peringkat saya hanya 10 besar di sekolah," kata Hanan
 
Baca: Sejumlah Hal yang Pantang Dilakukan Saat Ujian Online
 
Irfan, mengaku bukan pula siswa dengan peringkat tiga besar di sekolah. Meskipun bukan termasuk yang terpandai di sekolah, Irfan mengaku sudah jatuh cinta dengan Kimia sejak duduk di bangku kelas 10. Hal inilah yang membuat ia terpilih menjadi wakil sekolah untuk mengikuti Olimpiade Kimia di tingkat Provinsi Sumatra Barat.
 
"Motivasi belajar saya, selain karena ingin membahagiakan orang tua, juga ingin suatu saat bisa meraih prestasi lomba tingkat nasional. Kalau bisa pas di kampus nanti jadi anak berprestasi yang bisa memenangkan lomba tingkat nasional," kata Irfan.
 
Meskipun saat ini Hanan dan Irfan sudah diterima di jurusan favorit masing-masing, mereka berharap dengan kuliah di UB kelak bisa mendapatkan pekerjaan layak yang bisa bermanfaat untuk semua orang. Terutama, orang tua mereka.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA