Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. DOK DPR
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. DOK DPR

Rencana Pembaruan Buku Ajar, Komisi X DPR Kasih 3 Syarat ke Prabowo

Renatha Swasty • 14 Agustus 2026 15:05
Ringkasnya gini..
  • Presiden Prabowo memerintahkan pembaruan buku ajar nasional dengan fokus pada sains, teknologi, matematika, dan bahasa asing.
  • Komisi X DPR RI menyetujui pembaruan dengan catatan revisi harus menyentuh materi, melibatkan pakar, dan melalui uji publik.
  • DPR menegaskan buku ajar baru tidak boleh jadi ladang bisnis dan wajib dibagikan secara gratis hingga ke wilayah pelosok.
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembaruan buku ajar nasional untuk memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan perubahan tidak boleh sebatas tampilan fisik, melainkan juga harus menyentuh materi, isi, dan konten buku.
 
"Kami dari Komisi X prinsipnya setuju, enggak ada masalah dengan catatan," kata Lalu dikutip dari akun Instagram @metrotv, Jumat, 14 Agustus 2026. 
 
Lalu meminta buku yang diubah ini tidak hanya tampilan fisik. Dia menekankan materi dan isi kontennya juga perlu diubah. 

Dia juga meminta pembaruan buku melibatkan banyak pakar pendidikan. Kemudian dilakukan pula uji publik. 
 
"Uji publik ini penting agar tidak muncul isu, tidak muncul opini hanya dikerjakan oleh kelompok tertentu saja untuk kepentingan tertentu," ujar Lalu. 
 
Lalu berharap pembaruan buku tidak menjadi ladang bisnis baru. Buku mesti dibagikan gratis tak cuma di kota saja tetapi juga di pelosok-pelosok. 
  "Harapan kami tentu ini moga-moga bisa sampai kepada pemerintah terutama kepada Bapak Presiden langsung," ujar Lalu. 
 
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Kepala Negara memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi. Selain itu, peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.
 
“Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris,” kata Pras.
 
Kepala Negara juga menginginkan kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan memiliki tampilan lebih menarik, ukuran huruf lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
 
“Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya,” jelas dia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan