Ilustrasi jurnalis. Medcom
Ilustrasi jurnalis. Medcom

Jurnalistik, Jurusan Penuh Tantangan yang Selalu Mengalami Perubahan dari Waktu ke Waktu

Medcom • 24 Agustus 2022 20:16
Jakarta: Sejak dahulu, permasalahan jurusan menjadi dilema saat akan masuk perkuliahan. Namun, seiring berkembangnya zaman, masalah ini menjadi semakin kompleks karena pilihan program studi semakin banyak, tidak hanya sekadar hukum dan kedokteran saja.
 
Di bidang sosial dan humaniora sendiri terdapat banyak bidang baru, salah satunya kriminologi. Namun, ada pula satu bidang yang cukup lama namun masih belum banyak diketahui orang.
 
Jurusan itu adalah jurusan jurnalistik. Jurnalistik cocok bagi Sobat Medcom yang mempunyai bakat dalam bidang bahasa, khususnya mewawancarai dan membuat artikel.

Jurnalistik bisa disimpulkan sebagai aktivitas pengumpulan, penulisan, dan publikasi berita melalui media. Sementara itu, orang yang terjun ke dunia jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.
 
Melansir dari laman AkuPintar, berikut hal-hal tentang jurnalistik yang perlu Sobat Medcom ketahui:

Jurusan, Bidang Studi, Profesi, dan Dunia yang Dinamis

Pada jurusan atau Program Studi Jurnalistik, mahasiswa akan belajar tentang bagaimana mencari, menulis, dan menyunting, hingga mendistribusikan berita ke media. Media terus berkembang dan berubah seiring perkembangan zaman. 
 
Selama beberapa abad, koran punya andil besar dalam distribusi berita. Kini, berita tak hanya bisa diperoleh melalui media elektronik, tetapi juga dapat diakses dari ponsel pribadi setiap orang. 
 
Sementara itu, setiap media memiliki karakter berbeda. Di situ membuat proses jurnalisme yang diterapkan juga berbeda dan disitulah letak kemenarikannya.
 
Kalau memiliki ketertarikan yang kuat pada segala perubahan yang terjadi di sekitar, maka jurnalisme adalah sebuah dunia yang akan membuat seseorang betah berada di dalamnya.

Jurnalistik, Pencetak Lulusan yang Tangguh di Lapangan dan Kehidupan

Lulusan Jurusan Jurnalistik tidak harus selalu menjadi jurnalis. Meskipun memang sebagian besar alumni Jurnalistik berkecimpung di industri media. 
 
Sebagian lagi ada yang bekerja pada Kementerian Komunikasi dan Informasi, Lembaga Sensor Film, maupun Komisi Penyiaran Indonesia. Bahkan, selain industri jurnalistik, lulusan jurusan ini diperlukan pula oleh branding corporation, perusahaan advertisement, maupun sekolah internasional.
 
Akan tetapi, bagi mereka yang sadar memilih jurusan ini karena bakat dan minatnya, menjadi jurnalis setelah lulus kuliah memang sudah menjadi panggilan jiwa. Mengingat beragamnya media berita saat ini, dunia kerja jurnalis juga sudah tak sama lagi dengan masa-masa saat koran masih menjadi media cetak sumber utama berita.
 
Jadi, menjadi mahasiswa Jurnalistik pada era sekarang mengharuskan belajar tentang jurnalisme media cetak, elektronik, sekaligus online. Maka dari itu akan lebih baik untuk mengetahui minat dan bakat diri sendiri.
 
Terlepas dari profesi lulusannya di kemudian hari, Jurnalistik adalah salah satu jurusan pada tingkat pendidikan tinggi yang menghasilkan orang-orang dengan logika yang kuat. Seringkali walau bukan sebagai jurnalis, lulusannya sering berada di lapangan untuk melakukan reportase atau mewawancarai narasumber. 
 
Profesi lain juga memerlukan keterampilan jurnalisme yang diperoleh selama kuliah. Keterampilan ini terutama dalam menganalisis, berpikir kritis, mengatasi persoalan secara tangkas dan cepat, menjalin hubungan interpersonal, mengatur diri sendiri, memimpin, berkreasi, menjaga independensi, bersikap fleksibel, berkomunikasi secara luwes, serta bekerja dalam tim.

Kuliah Jurnalistik: tentang Menyampaikan Hasil

Bertemu dan mewawancarai narasumber adalah salah satu teknik mengumpulkan berita. Akan tetapi, menyampaikan berita tersebut agar bisa diterima dengan pemahaman yang baik oleh publik adalah hal lain. 
 
Oleh karenanya, Jurusan Jurnalistik mempelajari tentang Bahasa Jurnalistik, Pengantar Ilmu Jurnalistik, Komunikasi Grafis, Jurnalistik Radio, Jurnalistik Televisi, Komunikasi Politik, Jurnalistik Online, Hukum Etika Pers, Penulisan Feature dan Artikel, Kajian Media dan Budaya, serta berbagai mata kuliah lain tentang jurnalisme.
 
Selain pada profesi jurnalis, ilmu yang dipelajari selama kuliah akan berguna pula pada profesi lain seperti penyiar berita, editor, pembawa acara, editor film atau video, produser film atau televisi, fotografer, travel blogger, pengarah acara televisi, hingga operator kamera untuk film, video, maupun televisi. 
 
Mengingat luasnya prospek kerja jurnalisme, tak jarang mereka yang bukan dari lulusan Jurusan Jurnalistik bekerja sebagai jurnalis. Namun tentu saja, lulusan Jurusan Jurnalistik memiliki keunggulan dalam hal kecakapan ilmu yang dimilikinya. 
 
Berikut beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi Jurnalistik:
  1. Universitas Bengkulu
  2. Universitas Halu Oleo
  3. UIN Sunan Gunung Djati
  4. Universitas Islam Bandung
  5. Universitas Lampung
  6. Universitas Negeri Makassar
  7. Universitas Budi Luhur
  8. Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
  9. Politeknik Negeri Jakarta
  10. Universitas Multimedia Nusantara
  11. Universitas Padjadjaran
  12. Universitas Diponegoro
  13. Universitas Airlangga
  14. Universitas Esa Unggul.
Itulah berikut hal-hal tentang jurnalistik yang perlu diketahui. Apakah Sobat Medcom tertarik berkuliah di jurusan Jurnalistik. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca juga: Jurusan Radiologi, Paling Jarang Diminati Mahasiswa Indonesia

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan