Wamenperin di Rusia. Foto: Kemenperin
Wamenperin di Rusia. Foto: Kemenperin

Keren! Wamenperin Buka Jalan Kemitraan dengan Kampus Vokasi di Rusia

Citra Larasati • 06 Mei 2026 01:39
Ringkasnya gini..
  • Wamenperin jajaki kerja sama vokasi RI dengan St. Petersburg State University di Rusia. Peluang emas untuk Pendidikan
  • Kampus top Rusia buka peluang kemitraan dengan sekolah vokasi RI.
  • Kunjungan Wamenperin ke Rusia bawa angin segar bagi vokasi RI lewat peluang kolaborasi dengan St. Petersburg University.
Jakarta: Dunia pendidikan vokasi di Tanah Air bersiap mendapat angin segar. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza tengah membuka jalan kemitraan strategis antara sekolah tinggi vokasi dengan berbagai perguruan tinggi ternama di Rusia, salah satunya St. Petersburg State University.
 
Langkah jemput bola ini dilakukan Wamenperin di sela-sela kehadirannya pada ajang Indonesia-Russia Business and Investment Forum di St. Petersburg akhir April lalu. Eksplorasi kolaborasi pendidikan ini menjadi kabar baik bagi mahasiswa, mengingat pesatnya perkembangan industri saat ini menuntut ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) vokasi yang kompeten dan berstandar internasional.
 
Kunjungan serta forum bisnis ini pada dasarnya merupakan pemanasan menuju pameran industri internasional tahunan terbesar di Rusia, INNOPROM 2026, yang dijadwalkan bergulir pada Juli mendatang.

"Indonesia tahun ini ditunjuk sebagai partner country INNOPROM. Tahun sebelumnya Arab Saudi dan tahun sebelumnya China. Menuju persiapan itu, ada business forum di St. Petersburg," kata Riza dalam siaran persnya, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
 
Koneksi antara peningkatan mutu pendidikan vokasi dan investasi sejatinya sangat erat. Dalam forum yang dihadiri lebih dari 100 peserta tersebut, pengusaha kedua negara melakukan business matching untuk membuka keran investasi baru.
 
Hadirnya investasi segar di Indonesia otomatis akan menciptakan ekosistem industri yang membutuhkan tenaga terampil dari lulusan sekolah tinggi vokasi. Beberapa sektor strategis yang dilirik oleh investor Rusia di antaranya adalah pembangunan galangan kapal serta pemenuhan kebutuhan bahan baku pupuk.
 
"PT Pupuk Indonesia menyampaikan beberapa kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan terutama memenuhi kebutuhan fosfat dan kayu. Ini diproduksi untuk kebutuhan pupuk NPK," ujar Wamenperin.
 
Tak hanya itu, ruang transfer knowledge dan teknologi tingkat tinggi juga mengemuka lewat penawaran dari perusahaan asal Moskow, Rosatom. Mereka menawarkan investasi di bidang teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir terapung.
 
"Rosatom membuat presentasi mengenai pembangkit listrik yang floating. Jadi dia tidak landed di daratan, tetapi ditempatkan di sebuah fasilitas di laut yang berdekatan dengan daratan. Lalu pembangunannya dilaksanakan dan pembangkitnya dibangun di fasilitas itu untuk bisa luruskan ke daratan," ujar dia.
 
Peluang penetrasi industri halal juga ikut disodorkan, menargetkan 25 juta populasi muslim di Rusia yang bisa menjadi pasar potensial untuk produk kosmetik, fesyen, serta makanan dan minuman dari Indonesia.
 
"Apapun produk-produk industri halal saya yakin sekali akan menjadi produk yang bisa diterima oleh masyarakat muslim Rusia," kata Riza.
 
Lebih lanjut, dalam kunjungannya ke St. Petersburg State University dan RusChemAlliance LLC, Wamenperin tidak hanya mematangkan rencana kemitraan vokasi dengan kampus di Rusia. Pihaknya juga membahas penyediaan suplai energi seperti LNG dan LPG untuk menyokong kebutuhan energi industri masa depan.
 
"Tentu saja kita juga membutuhkan pasokan LPG karena kebutuhan industri yang makin besar, makin meningkat dan sebagai bahan baku tentu saja gas yang liquid ini bisa digunakan untuk bahan baku industri," ujar dia.
 
"Walaupun harganya cukup mahal, mereka bisa menawarkan yang lebih kompetitif daripada sumber-sumber LPG di negara-negara lain," ujar Wamen.
 
Ke depannya, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev, menegaskan, kemitraan jangka panjang ini adalah fondasi penting. Sinergi bilateral ini diyakini tak hanya akan memperkuat ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda Indonesia untuk melakukan eskalasi kompetensi melalui jalur pendidikan vokasi yang link and match dengan kebutuhan industri global.
 
Baca juga:  Biaya Sekolah Makin Mahal, Ini 7 Tips Persiapkan Pendidikan Anak ala OJK

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA