Ilustrasi UTBK-SBMPTN. MI/Panca Syurkani
Ilustrasi UTBK-SBMPTN. MI/Panca Syurkani

Hindari Kehabisan Waktu Saat Mengerjakan UTBK-SBMPTN dengan Blocking Time, Apa Itu?

Pendidikan UTBK 2022 SNMPTN/SBMPTN 2022 SBMPTN 2022 UTBK-SBMPTN 2022
Medcom • 11 Mei 2022 12:09
Jakarta: Mengerjakan soal UTBK-SBMPTN yang jumlahnya banyak dengan waktu terbatas tentu menjadi tantangan tersendiri. Berbagai persiapan mesti dilakukan untuk menghadapi hal tersebut, salah satunya menyusun strategi blocking time.
 
Blocking time merupakan cara memaksimalkan waktu agar dapat menyelesaikan setiap soal yang diujikan dalam UTBK-SBMPTN. Strategi ini bekerja dengan mengalokasikan waktu untuk mengerjakan subtes tertentu.
 
Setelah alokasi waktu itu berakhir, maka peserta tidak akan bisa kembali mengerjakan soal di subtes sebelumnya. Peserta harus lanjut mengerjakan soal-soal pada subtes yang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, pada Tes Potensi Skolastik (TPS), peserta akan mengerjakan empat subtes, yakni penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Untuk setiap subtes itu akan ada alokasi waktu pengerjaan soal yang berbeda-beda.
 
Lantas, bagaimana cara menerapkan blocking time yang efektif? Dikutip dari Ruangguru, setidaknya ada lima strategi yang bisa dicoba.
 
Pertama, berlatih melakukan try out dengan durasi yang sama dengan UTBK-SBMPTN yang sesungguhnya. Hal ini bertujuan membiasakan diri mengelola pressure dan menjaga konsentrasi selama mengerjakan ujian berjam-jam tanpa jeda.
 
Kedua, jangan menghabiskan waktu di beberapa soal tertentu dan set secara mandiri batas waktu pengerjaan maksimal per butir soal. Hal ini penting agar peserta tidak hanya terpaku pada satu soal saja, sehingga bisa segera berpindah ke soal lain.
 
Ketiga, hindari menumpuk soal untuk ditebak di akhir. Langsung putuskan untuk menebak atau tidaknya sebelum berpindah ke soal selanjutnya.
 
Berbicara tentang menebak soal, sebaiknya hindari hal tersebut. Sebab, LTMPT memiliki sistem yang bisa mendeteksi apakah sebuah soal dijawab dengan sungguh-sungguh atau sekadar menebak.
 
Sistem akan mengecek dari seberapa cepatnya peserta mengisi soal. Dalam tipe ujian seperti ini, biasanya sistem secara otomatis menganulir jawaban yang terindikasi sebagai “jawaban tebakan”.
 
Misalnya, soal tersisa 10 butir dan waktu pengerjaan hanya tersisa dua menit. Peserta kemungkinan besar akan terburu-buru untuk menyelesaikan sisa soal tersebut.
 
Ketika rerata waktu mengerjakan soal ini berbeda dengan soal-soal lainnya, kemungkinan sistem akan mengidentifikasinya sebagai “jawaban tebakan”.
 
Strategi blocking time selanjutnya, manfaatkan fitur menandai “ragu-ragu” pada soal bila masih ragu dengan jawaban soal tersebut. Terakhir, set alokasi waktu tersendiri di akhir untuk mengulas ulang soal yang masih ragu.
 
Demikianlah strategi menerapkan blocking time untuk menyiasati kehabisan waktu saat mengerjakan UTBK-SBMPTN. Manfaatkan total waktu pengerjaan TPS dan TKA selama 3 jam 15 menit tanpa jeda istirahat ini sebaik mungkin, ya! (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Mengenal Jenis Soal TPS, Materi yang Diujikan dalam UTBK-SBMPTN
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif