Ilustrasi mutu makanan. Freepik
Ilustrasi mutu makanan. Freepik

Jalan Berliku Pengendalian Mutu Pangan pada Industri Makanan

Pendidikan pangan industri makanan ITB
Renatha Swasty • 19 April 2022 22:43
Jakarta: Kualitas dan mutu produk pangan merupakan hal sangat penting untuk dikontrol dan dipersiapkan sebuah perusahaan makanan. Sebab, makanan merupakan hal yang bersentuhan langsung dengan tubuh manusia serta dapat memberikan efek signifikan terhadap tubuh manusia.
 
Proses pengendalian mutu pangan pada industri makanan merupakan proses yang sangat penting dan kompleks. Program studi Teknik Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng PT Mondelez International untuk mengungkap seluk beluk pengendalian mutu produk pangan.
 
Quality Manager Kraft Ultijaya Indonesia, Mondelez International, Rismanda Putra Wisman, mengungkapkan proses quality assurance di Mondelez International terdiri dari berbagai tahap yang harus dipenuhi. Mulai dari pemenuhan persyaratan awal atau GMP, lalu berlanjut ke tahap food safety dengan metode Hazard Analysis Critical Control Point, kemudian memasuki tahap quality system dengan sertifikasi ISO 9001, hingga pendekatan kultur dan manajemen dengan quality management pillar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain itu, quality assurance juga berperan dalam setiap tahap dari proses pengembangan produk,” kata Rismanda dikutip dari laman itb.ac.id, Selasa, 19 April 2022.
 
Rismanda menuturkan proses pengembangan produk meliputi berbagai tahap, seperti ideasi, perencanaan, pengembangan, purwarupa, peluncuran, kestabilan, dan evaluasi. Pada proses ideasi, diperlukan informasi aspek kualitas dari bakal produk.
 
Kemudian, pada proses perencanaan juga diperlukan rekam jejak isu keamanan dan pemeriksaan persyaratan stakeholder. Pada fase pengembangan, lebih banyak lagi aspek quality assurance yang terlibat, seperti failure mode analysis, initial vendor screening, supply chain screening, dan critical to process and quality.
 
Rismanda juga menjelaskan ketika memasuki tahap purwarupa, perlu dilakukan quality check, baseline specification data, dan review data awal kapabilitas proses. Sementara itu, di tahap peluncuran, quality assurance ikut memperhatikan proses distribusi spesifikasi proses dan produk, performa sistem monitoring, dan pemenuhan SOP standar manufaktur.
 
Terakhir, pada fase kestabilan, quality assurance berperan dalam analisis data performa proses dan produk, analisa input dari konsumen, dan perbaikan secara berkesinambungan. Dia juga menjelaskan di perusahaannya, preferensi konsumen menjadi salah satu hal yang difokuskan dalam pengendalian mutu produk pangan.
 
Rismanda menjelaskan tentang prinsip manajemen kualitas produk manufaktur. Pihaknya memegang teguh prinsip tidak menerima defect, tidak memproduksi defect, dan tidak mengirimkan defect.
 
"Kondisi yang bebas akan kerusakan dan kecacatan pada produk selalu kami ciptakan dan kami jaga,” kata Rismanda.
 
Dia menuturkan untuk mewujudkan zero defect pada produk ada berbagai unsur dalam pabrik. Seperti material, mesin, metode, dan pekerja harus diperiksa dan diatur dengan baik.
 
Baca: Penasaran Pembuatan Kopi Arabica dan Robusta? Begini Proses Fermentasi Kopi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif