Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Mengenal Klasifikasi Kepemimpinan Menurut Peneliti Senior BRIN

Pendidikan penelitian BRIN Peneliti indonesia
Citra Larasati • 21 April 2022 20:35
Jakarta:  Kepemimpinan mempunyai klasifikasi yang berbeda-beda, bergantung pada teori yang dikemukakan. Salah satunya adalah kepemimpinan transformatif.
 
Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, bahwa kepemimpinan mempunyai beragam klasifikasi.  “Berdasarkan Leadership In Organizational, kepemimpinan terdiri atas pendekatan trait approach, behavior approach, power influence approach, situational approach, serta integrative approach,” ujarnya, Diskusi dalam Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Guest Lecture yang bertajuk “Desentralisasi Kesehatan dan Kepemimpinan Transformatif” dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 21 April 2022.
 
Lebih lanjut, Betty mengutip dari Bass dan Stogdill dalam bukunya yang berjudul Handbook of Leadership, terdapat tiga teori dasar yang dapat menjadi pertimbangan dalam memahami kepemimpinan lebih dalam. Yaitu, trait approach, behavior approach, dan transformational.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dari ketiga teori tersebut diharapkan organisasi atau unit agar mencapai visi dari organisasi tersebut,” Tegasnya.
 
Mengenai kepemimpinan transaksional, Betty mengungkapkan model itu berfokus pada transaksi yang terjadi antara pemimpin dan pengikut. Kepemimpinan tersebut bertujuan mengetahui bagaimana pemimpin memperoleh sesuatu, begitupun sebaliknya.
 
Sementara itu, Kepemimpinan transformasional menunjuk pada proses di mana seorang individu terlibat dengan orang lain dan menciptakan sebuah hubungan yang meningkatkan tingkat motivasi dan moralitas. Baik pemimpin maupun pengikutnya.
 
“Diharapkan kepemimpinan ini mentransformasi individu di level yang paling kecil dari organisasi,” imbuhnya.
 
Dikutip dari BM Bass dalam buku Transformational Leadership, Betty mengungkapkan bahwa terdapat empat dimensi atau komponen kepemimpinan transformasional. “Antara lain ada pengaruh idealis dari pemimpin-pemimpinnya. Lalu memotivasi yang memberi inspirasi. Ada stimulasi intelektual, yakni menentukan visi misi,” ujarnya.
 
Terakhir adalah turut mempertimbangkan di level individu.  Menurut Betty, kepemimpinan tersebut melibatkan dan menginspirasi pengikut untuk berkomitmen pada visi dan misi sebagai sebuah organisasi, tertantang untuk memecahkan permasalahan melalui inovasi, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan pengikutnya melalui pembinaan, pendampingan, tantangan dan dukungan.
 
Teori tersebut, sambung Betty, mempunyai berbagai kritik dalam kepemimpinan transformasional. Di antaranya, pengaruh dimensi yang terbagi menjadi pengaruh idealis, motivasi, intelektual, dan hubungan organisasi dengan individu. Kedua, hasil penelitian Multifactor Leadership Questionnaire yang berkorelasi antar di mensi lainnya.
 
Baca juga:  Dengan Kegigihan, Puji Buktikan Lintas Jurusan Bukan Penghalang untuk Berinovasi
 
Ketiga adalah kepemimpinan transformasional memperlakukan kepemimpinan sebagai ciri dari kepribadian daripada perilaku melatih orang atau anggotanya. “Kemudian, dari penelitian itu, belum menetapkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat mengubah individu,” ucapnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif