Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Ocky Karna Radjasa. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Ocky Karna Radjasa. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

BRIN: Ancaman Ketersediaan Air Bersih Kian Nyata

Ilham Pratama Putra • 22 Maret 2022 10:55
Jakarta: Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ocky Karna Radjasa, menyebut ancaman ketersediaan air bersih kian nyata. Terlebih jumlah penduduk terus bertambah.
 
"Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan air bersih semakin meningkat, sementara ketersediaannya semakin menurun," kata Ocky dalam Webinar Hari Air se-Dunia, Selasa, 22 Maret 2022.
 
Dia menuturkan keberadaan air sangat melimpah. Namun, hanya 5 persen air yang dapat dimanfaatkan, yakni air tawar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sisanya air laut," kata Ocky.
 
Keadaan ini diperparah dengan pemanfaatan air yang kurang bijak dan turut menjadi ancaman bagi lingkungan berkelanjutan. Ocky mengatakan diperlukan sistem pengelolaan sumber daya air yang menekankan pada sifat kealamiahan lingkungan sumber daya air dan berpijak pada kesadaran serta partisipasi masyarakat.
 
“Upaya ini akan mampu mengatasi persoalan dan ancaman sumber daya air secara bersama, masif, dan berkelanjutan. Bahkan, memungkinkan munculnya model pelestarian dan pengelolaan air yang berkesesuaian dengan cara pandang dan praktik kebudayaan masyarakat setempat,” tutur Ocky.
 
BRIN menjalin kerja sama dengan Masyarakat Limnologi Indonesia (MLI) untuk mendorong terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya air. BRIN dan MLI mengadakan berbagai lomba untuk mencari terobosan masyarakat terkait pengelolaan air.
 
"Dengan berbagai kegiatan, antara lain lomba esai, minivlog, dan sarasehan bagi generasi muda di Tanah Air. Kegiatan ini sebagai sarana kampanye khususnya untuk pelajar akan pentingnya air bagi kehidupan," tutur Ocky.
 
Ketua MLI sekaligus Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Luki Subehi, berharap generasi muda berperan aktif melindungi perairan dan sumber daya air erkelanjutan. "Untuk itu, membangun literasi di kalangan generasi muda dan meningkatkan kerja sama strategis berbagai pihak yang memiliki kepentingan dan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air sangatlah penting,” ujar Luki.
 
Baca: Hari Air, Peneliti ITS Sebut Perlu Ada Upaya Selamatkan Air Tanah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif