Selanjutnya udara dingin yang lebih berat menyebar dengan cepat di permukaan tanah dan mendorong udara lembab yang lebih hangat ke atmosfer. “Saat udara hangat naik dan mendingin, terjadi kondensasi, yang mengarah pada pembentukan awan Arcus dengan bentuk dan karakteristiknya yang unik,” tuturnya.
Mengingat adanya potensi cuaca buruk ini, Emilya meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin terjadi akibat hujan lebat, angin kencang, serta sambaran petir. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pohon tumbang serta rumah roboh akibat diterjang hujan dan angin kencang.
Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeliharaan pada pohon-pohon. Terutama yang rimbun dan tinggi dengan melakukan pemangkasan secara rutin. Dengan begitu diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana hujan lebat dan angin kencang.
“Saat cuaca buruk sebaiknya, segera berlindung dan mengurangi penggunaan alat-alat listrik. Sementara untuk nelayan sebaiknya tidak usah melaut dulu,” katanya.
Upaya pemeliharaan pohon yang berada di area publik, dikatakan Emilya, juga perlu digiatkan oleh pemerintah, terutama memasuki musim penghujan. Selain itu, melakukan pengerukan di sunga-sungai yang mengalami pendangkalan agar dapat menampung debit air yang besar jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News