Sebelumnya, fitur Grok yang menyatu di platform X (dulu Twitter) banyak digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk memodifikasi foto sejumlah figur publik menjadi gambar yang tidak pantas. Salah satu pihak yang menjadi korban adalah anggota JKT48.
Kapten JKT48, Freya Jayawardana, mengungkapkan keresahannya atas maraknya foto anggota yang diedit menggunakan Grok. Sejumlah akun memanfaatkan AI tersebut untuk mengubah penampilan anggota menjadi senonoh, bahkan mengandung unsur pornografi yang dinilai sebagai bentuk pelecehan dan pelanggaran privasi.
Menyikapi ramainya pemberitaan tersebut, JKT48 Operation Team mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi sekaligus memberikan peringatan keras kepada para pelaku penyalahgunaan teknologi AI.
"Apabila dalam waktu 2x24 jam setelah pengumuman ini diterbitkan kami masih mendapati konten tersebut tersebar, maka guna melindungi member kami mendukung penuh keputusan member terdampak untuk menempuh jalur hukum JKT48 Operation Team akan memfasilitasi bantuan dari penasihat hukum untuk mendampingi serta mengawal proses hukum ini hingga tuntas," tulis pernyataan resmi JKT48 dilansir dari akun X @officialJKT48 dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
JKT48 mengimbau kepada seluruh pihak yang telah membuat atau menyebarkan konten itu untuk segera mengentikan tindakan tersebut.
“Penyalahgunaan ini telah menimbulkan kerugian bagi member terdampak. Setelah berkomunikasi secara internal dengan mereka, manajemen memutuskan untuk menyampaikan peringatan terbuka. JKT48 Operation Team meminta kepada seluruh pihak yang telah membuat atau menyebarkan konten tersebut untuk segera berhenti dan menghapusnya secara permanen,” tulis informasi tersebut.
Sebenarnya apa Grok AI yang kini ramai diperbincangkan? Yuk, simak penjelasannya.
Apa itu Grok AI?
Melansir dari laman Help X, Grok merupakan asisten AI yang membantu menyelesaikan berbagai tugas seperti menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan mencetuskan ide. Grok tersedia untuk pengguna X dan didukung oleh model bahasa besar (LLM) tercanggih milik xAI.Terinspirasi dari Hitchhiker's Guide to the Galaxy dan JARVIS dari Iron Man, Grok dirancang untuk menjawab hampir semua pertanyaan dengan sentuhan kecerdasan dan humor. Grok memiliki sifat nyeleneh dan sudut pandang luar terhadap kemanusiaan, menjadikannya teman yang unik dan menghibur.
Grok memanfaatkan bobot model prediksi token berikutnya untuk mengetahui cara melakukan tugas tertentu. Dalam menanggapi pertanyaan pengguna lewat input teks atau suara, Grok memiliki fitur unik yang memungkinkannya memutuskan untuk mencari postingan publik di X atau melakukan pencarian web secara real-time di internet.
Baca Juga :
Kenapa AI Canggih Tapi Gagal Mengerjakan Perkalian Siswa SD? Begini Penjelasan Ilmiahnya
Kritik Internasional terhadap Grok AI
Mengutip laman Metrotvnews.com, kritik terhadap Grok tidak hanya muncul dari Indonesia. Sejumlah negara turut mengecam fitur AI milik X tersebut karena dianggap memfasilitasi penyebaran konten seksual tanpa persetujuan, khususnya terhadap anak di bawah umur.Pemerintah Malaysia melalui Komisi Komunikasi dan Multimedia menyatakan tengah menyelidiki gambar-gambar yang dihasilkan Grok setelah pihaknya menerima keluhan soal manipulasi gambar perempuan dan anak di bawah umur menjadi konten cabul.
India juga telah bergerak cepat dengan mengirimkan surat resmi ke pihak X pada 2 Januari 2026, memerintahkan peninjauan menyeluruh atas Grok agar tidak menghasilkan konten yang mengandung pornografi yang melanggar hukum.
Sedangkan, pemerintah Prancis menuding Grok memproduksi konten seksual yang jelas ilegal tanpa persetujuan orang yang ditampilkan. Pemerintah menilai konten tersebut dapat melanggar Digital Services Act (DSA) Uni Eropa, yang mewajibkan platform besar mencegah penyebaran konten ilegal.
Manfaat Grok AI
Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Times of India, sebenarnya Grok AI apabila dimanfaatkan dengan baik, fitur yang dimiliki X itu memiliki sejumlah keuntungan yang bisa dirasakan pengguna, antara lain:1. Kemampuan generasi video yang unik
Grok AI memiliki keunggulan khusus dalam menghasilkan video. Berbeda dengan AI lain yang hanya fokus pada gambar statis, Grok mampu menganimasikan figurin 3D menjadi klip video pendek lengkap dengan efek suara. Ini memberikan nilai tambah bagi kreator konten yang ingin mengembangkan karya mereka melampaui foto diam.2. Mampu membuat storytelling
Platform ini sangat berharga bagi siapa saja yang menginginkan elemen gerakan dan penceritaan yang berlapis di atas visual. Kemampuan ini membuat Grok menjadi pilihan menarik untuk kreator yang ingin menambahkan dimensi naratif pada konten pengguna.3. Gratis untuk kreasi gambar AI
Grok AI pernah menjadi favorit untuk pembuatan gambar AI secara gratis, menjadikannya pilihan yang accessible bagi berbagai kalangan pengguna.Meskipun, Grok AI memiliki keunggulan di bidang video, dalam hal realisme model 3D, Grok masih tertinggal dibandingkan dengan kompetitor seperti Nano Banana, Qwen, dan GPT-5. Figurin yang dihasilkan fitur X ini cenderung kurang detail dan halus dibandingkan pesaingnya, sehingga kurang ideal jika fokus utama adalah akurasi figurin.
Itulah ulasan soal Grok AI. Yuk manfaatkan kecerdasan buatan ini dengan bijak. (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News