Mendikbud Nadiem Makarim. Zoom
Mendikbud Nadiem Makarim. Zoom

Program Organisasi Penggerak

Nadiem Berharap PGRI dan Muhammadiyah Kembali Gabung POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 27 Agustus 2020 13:35
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berharap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Muhammadiyah kembali bisa masuk dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem menyebut telah menjalankan rekomendasi yang diberikan dua organisasi tersebut.
 
"Jadi harapan kami adalah dalam waktu dekat kami bisa membawa kembali PGRI dan Muhammadiyah kembali dalam program POP dan berbagai macam kolaborasi dengan pemerintah lainnya," kata Nadiem dalam rapat kerja Komisi X DPR secara virtual, Kamis, 27 Agustus 2020.
 
Salah satu rekomendasi yang dijalankan pihaknya ialah menunda POP hingga 2021. Penundaan ini merupakan rekomendasi dari PGRI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami merespon permintaan PGRI bahwa untuk tahun ini ditunda dulu ke tahun depan, dan dana (POP) ini digunakan untuk kebutuhan pandemi," ungkap Nadiem.
 
Baca:Nadiem: Program Organisasi Penggerak Bakal Dimulai 2021
 
Adapun anggaran POP pada tahun ini, yakni sebesar Rp595 miliar. Realokasi anggaran ini, kata Nadiem dapat membantu guru yang ekonominya terdampak pandemi virus korona (covid-19).
 
"Jadi kami akan merealokasi untuk kebutuhan pulsa dan kebutuhan ekonomi guru yaitu pulsa yang juga dampak ekonominya besar bagi guru. Jadi Anggaran POP tahun ini kita dedikasikan untuk guru," terang Nadiem.
 
Sebelumnya, Kemendikbud telah berhasil kembali mengajak Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU). Selanjutnya dia berharap PGRI dan Muhammadiyah kembali bergabung dalam POP.
 
"Bahwa satu dari tiga organisasi yang kemarin tidak ingin ikut serta dalam POP itu sudah kembali, nah PBNU alhamdulillah sudah menyetujui untuk kembali. Harapan kami adalah muhammadiyah dan PGRI pun kami sedang tahap diskusi yang intensif dengan dua ormas tersebut untuk menyelesaikan berbagai macam isu dan masalah yang mungkin ada mengenai struktur dan kriteria POP," paparnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif