Ketua Senat Universitas Brawijaya, Arifin, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Ketua Senat Universitas Brawijaya, Arifin, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Terbitkan Jurnal Ilmiah Dosen UB Diganjar Rp25-100 Juta

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Daviq Umar Al Faruq • 19 Maret 2019 15:16
Malang: Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur merangsang produktivitas publikasi ilmiah bereputasi di kampusnya dengan memberikan insentif berupa dana hibah yang besarannya mencapai Rp100 juta. Kebijakan internal UB ini rencananya akan mulai diterapkan April 2019 mendatang.
 
Ketua Senat UB, Arifin menyebutkan, seluruh perguruan tinggi di Indonesia saat ini tengah berlomba-lomba untuk memiliki peringkat yang tinggi. Oleh karena itu UB pun menstimulus produktivitas akademisinya dengan mengeluarkan program hibah penelitian internal.
 
"Sasarannya untuk meningkatkan kualitas SDM dosen dan meningkatkan peringkat UB. Jadi program hibah penelitian internal ini adamultipleeffect," katanya kepadaMedcom.id, Selasa 19 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mekanismenya, UB akan memberikan dana hibah sebesar Rp 100 juta kepada Profesor untuk mendorong staf atau dosen yang masih Doktor Lektor Kepala untuk menjadi Profesor. Dana hibah juga diberikan kepada Doktor Lektor dan Doktor Lektor Kepala.
 
"Doktor yang sudah Lektor Kepalarewarddiberikan dana hibah sebesar Rp 50 juta per orang dan Doktor Lektor diberikan sebanyak Rp25 juta," ungkapnya.
 
Selain dapat menyekolahkan dosen, program hibah ini juga bisa merangsang agar jumlah publikasi ilmiah internasional UB meningkat. Rencananya program hibah ini mulai dijalankan pada April 2019 mendatang.
 
"Mulai April ini. Peraturan sudah disahkan senat. Nanti tinggal dikeluarkan peraturan oleh Rektor. Konsep sudah ada, akhir Maret ditandatangani, April operasional. Program ini sudah dialokasikan dalam anggaran 2019," jelasnya.
 
Produktivitas publikasi ilmiah bereputasi sangat penting dalam peningkatan karir di perguruan tinggi. Ketentuan jurnal ilmiah internasional untuk kenaikan jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar diatur dalam Permendikbud nomor 92 tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen.
 
Di mana pada pasal 9 ayat 1: Kenaikan jabatan akademik secara reguler dari Lektor ke Lektor Kepala dapat dipertimbangkan, apabila telah memenuhi syarat di ayat (c) memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau internasional sebagai penulis pertama bagi yang memiliki kualifikasi akademik doktor (S3).
 
Kemudian di ayat (d) memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional atau internasional bereputasi sebagai penulis pertama bagi yang memiliki kualifikasi akademik magister (S2).
 
Selain itu di pasal 10 ayat 1: Kenaikan jabatan akademik secara reguler dari Lektor Kepala ke Profesor dapat dipertimbangkan, apabila telah memenuhi syarat di ayat (f) memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi sebagai penulis pertama.
 
Baca:Hanya Separuh Profesor Aktif Lahirkan Publikasi Internasional
 
Arifin menambahkan, nantinya dana yang turun kepada setiap dosen akan dicek secara berkala. Setiap dosen yang mendapatkan dana harus memenuhi target dan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan oleh UB.
 
"Jadi kalau ada 140 profesor di UB, dengan adanya program ini kita bisa menambah artikel internasional sekitar 140-an. Tahun depan sudah mulai kelihatan hasilnya. Bila penelitian tidak sesuai target, dana akan dihentikan," tegasnya.
 
Sebagai informasi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengeluarkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada 2018 lalu. Hasilnya, UB masuk ke dalam Klaster 1 dan bertengger di peringkat 12.
 
Sedangkan, peringkat UB tahun ini versi 4ICU berada di posisi 2 di Indonesia, dan urutan 597 di tingkat internasional. Sementara itu, versi Webometric UB berada di posisi 6 di Indonesia dan urutan 1.521 di tingkat dunia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif