Wisuda ITB menggunakan juru bahasa isyarat. Foto: Dok ITB.
Wisuda ITB menggunakan juru bahasa isyarat. Foto: Dok ITB.

Wisuda ITB Gunakan Juru Bahasa Isyarat

Arga sumantri • 02 November 2021 11:35
Bandung: Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Wisuda Pertama Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2021/2022, Sabtu, 23 Oktober 2021. Selain karena diselenggarakan secara hybrid, ITB mulai menggunakan juru bahasa isyarat (JBI) dalam pelaksanaan Wisuda Oktober 2021 tersebut.
 
Pada kegiatan tersebut, ITB bekerja sama dengan JBI Pusat Bahasa Isyarat Indonesia Provinsi Jawa Barat, di antaranya Billy Birlan Purnama, Annisa Amalia, Purbaningsih Dini Sashanti. Annisa dan Purbaningsih adalah alumnus ITB.
 
Billy Birlan Purnama mengaku senang bisa terlibat dalam acara di ITB. Ia berharap ke depannya ITB dapat sering menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dengan penerjemah bahasa isyarat untuk mengakomodasi kebutuhan Teman Tuli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain acara besar, misalnya ada rapat, seminar, atau worskhop kalau ada Teman Tuli yang hadir maka diperlukan penerjemah bahasa isyarat untuk kenyamanan komunikasi bagi Teman Tuli," ujar Billy mengutip laman ITB, Selasa, 2 November 2021.
 
Baca: Unand Mulai PTM Terbatas, Ini Pesan Rektor
 
Ia mengatakan, dalam menerjemahkan bahasa isyarat, JBI menggunakan terjemahan bahasa isyarat Indonesia. Kehadiran Gerkatin untuk membantu proses penerjemahan bahasa isyarat, sekaligus sebagai mentor karena ada etika untuk mengawasi isyarat. 
 
"Saya pertama kali diundang di sini untuk wisuda ITB, senang sekali bisa bertemu rektor karena sebelumnya sangat sedikit dan orang-orang umum mengetahui hak-hak kami," jelas Billy.
 
Dia mengapresiasi ITB karena menjadi salah satu kampus yang mulai menggunakan JBI. Hal tersebut sangatlah baik karena wisuda tersebut akan ditayangkan di Youtube. "Jadi Teman Tuli yang kebetulan nonton bisa tahu acaranya seperti apa," ujarnya.
 
Sementara itu, Annisa Amalia juga merasa senang bisa kembali ke kampus. Ia bercerita mulai belajar bahasa isyarat sejak ikut relawan. Kemudian ia mempelajari lagi lebih intens bahasa isyarat sejak selama tiga bulan. 
 
"Namun kalau di acara seperti tetap harus ada pendamping dari Teman Tuli, etikanya seperti itu," ujar Annisa.
 
Ia juga menyampaikan bahwa dengan kehadiran JBI dapat mendukung kampus ramah terhadap orang berkebutuhan khusus.
 
Pelaksanaan Wisuda Oktober 2021 mengawali penggunaan JBI untuk acara-acara seremonial di ITB lainnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif