Kampus Unand. Foto: Unand/Humas
Kampus Unand. Foto: Unand/Humas

Unand Mulai PTM Terbatas, Ini Pesan Rektor

Pendidikan Universitas Andalas Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas
Citra Larasati • 01 November 2021 19:49
Jakarta:  Universitas Andalas (Unand) mulai menyelenggarakan kegiatan kuliah tatap muka secara terbatas yang sebelumnya pelaksanaanya dilaksanakan secara daring dikarenakan pandemi covid-19.
 
Rektor Universitas Andalas, Yuliandri mengatakan, sudah hampir dua tahun pelaksanaan kuliah digelar secara daring dan hari ini, Senin, 1 November 2021 akan dimulai Perkuliahan Tatap Muka (PTM) terbatas. “PTM terbatas semester ganjil tahun 2021-2022 diberlakukan bagi mahasiswa semester III atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing fakultas,” terang Yuliandri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 November 2021.
 
Disampaikannya, bagi mahasiswa yang mengikuti PTM terbatas ini yang terpenting dalam kondisi sehat, mendapat izin orang tua, dan dapat melaksanakan protokol kesehatan (prokes) di dalam dan luar kampus.  Tidak terkecuali juga dengan dosen dan para staf, harus dipastikan sehat dan dapat menjaga protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rektor menekankan mahasiswa jangan sampai abai sehingga membahayakan teman-teman mahasiswa lainnya. “Mari kita bersama-sama disiplin menerapkan prokes mematuhi gerakan 6M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilisasi, dan menghindari makan bersama,” ujarnya. 
 
Baca juga:  17 Anggota MWA Unand Terbentuk, Tinggal Ditetapkan Nadiem
 
Selain itu, rektor mengatakan, sivitas akademika dan tenaga kependidikan yang melakukan aktivitas di kampus harus dalam keadaan sehat, dan sudah mendapatkan vaksinasi. 
 
“Bagi yang belum divaksin, diharapkan datang ke Rumah Sakit Universitas Andalas karena Rumah Sakit menyediakan layanan vaksinasi setiap hari atau atau tidak bisa divaksinasi karena alasan tertentu (memiliki komorbid),” ungkapnya.
 
Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Andalas, Imrizal mengatakan, secara fasilitas, jadwal, pedoman, dosen pembimbing, dan SOP protokol kesehatan sudah disiapkan untuk pelaksanaan PTM terbatas ini.
 
“Penyelenggaraan PTM terbatas ini harus melaporkan kepada satuan tugas penanganan covid-19 secara berkala, serta melakukan testing dan tracing secara berkala,” ujarnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif