Salah seorang pejabat yang dilantik adalah Syafri Kamsul Arif, sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat dr. Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar. Syafri Kamsul Arif adalah guru besar pada Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Unhas sekaligus Direktur Utama RSPTN Unhas.
Budi menyampaikan harapan dan target Kemenkes kepada para pejabat baru. Khusus untuk direktur Rumah Sakit vertikal, Budi berpesan bahwa RS vertikal adalah salah satu komponen reformasi kedua di Kemenkes, yaitu transformasi layanan sekunder.
"Kita ditargetkan RS vertikal sebagai RS pemerintah harus menjadi rujukan di Asia Tenggara. Untuk menjadi rujukan di ASEAN, maka RS vertikal harus melakukan berbagai hal untuk mencapai target dengan ukuran yang bisa dilihat secara sederhana," kata Budi mengutip siaran pers Unhas, Selasa, 12 Oktober 2021.
Baca: Universitas Syiah Kuala Diharapkan Jadi Pusat Riset Kebencanaan
Budi meminta RS vertikal meningkatkan layanan medis dan non-medis sehingga orang Indonesia memilih RS vertikal sebagai tempat berobat, dibanding memilih RS luar negeri. Artinya kualitas RS vertikal harus lebih baik. Ketersediaan tenaga kesehatan, antrean yang panjang, kualitas perawatan, kualitas layanan non medis adalah beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan.
Kemudian, Budi meminta semua RS vertikal bisa menjadi rujukan karena ekstraordinari. RS vertikal bukan hanya melakukan aktivitas administrasi, namun juga melakukan riset dan kerja sama berkelas internasional dengan dokter atau peneliti luar negeri.
"Hal ini akan mengangkat nama RS vertikal tersebut, dimana artikel yang dihasilkan oleh dokter-dokter RS vertikal penting untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan layanan medis dari RS vertikal kita," ujarnya.
RS vertikal juga diminta menjadi mercusuar dan pengampu bagi rumah sakit daerah maupun swasta yang ada di sekitarnya. Khususnya, dalam satu provinsi dan provinsi di sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News