Diskusi Publik Hari Keluarga Internasional, Medcom.id/Intan Yunelia.
Diskusi Publik Hari Keluarga Internasional, Medcom.id/Intan Yunelia.

Keluarga Pilar Dasar Peningkatan Kualitas SDM

Pendidikan Kualitas SDM
Intan Yunelia • 15 Mei 2019 18:25
Jakarta: Indeks pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih rendah di tengah pemerintah fokus meningkatkan aspek ini di lima tahun ke depan. Untuk itu, peningkatan peran keluarga sebagai salah satu pilar dasar pendongkrak kualitas sumber daya manusia akan semakin penting keberadaannya.
 
"Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tantang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, mengamanatkan penduduk sebagai modal dasar pembangunan. Penguatan keluarga adalah salah satu upaya untuk mencapai sasaran pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Aulia Hadi, saat diskusi publik ‘Peran Keluarga Sebagai Pondasi Masa Depan Indonesia’ di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Hubungan relasi antara orangtua dan anak memengaruhi pola perkembangan kualitas anak itu di masa depan. Mulai dari pola asuh, komunikasi dan kebutuhan anak lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peran orangtua perlu menyesuaikan pola asuh dengan perkembangan zaman dan lingkungannya. Pola asuh di era serba digital saat ini tentu tak bisa disamakan dengan pola asuh lama.
 
Baca:Anak Tukang Sampah Lolos Masuk UGM Tanpa Tes
 
Internet salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas seseorang terutama kelompok usia remaja. “Relasi orangtua dan anak itu menjadi relasi inti dalam sebuah keluarga. Inti dari relasi itu adalah transfer. Walaupun mereka bertumbuh dengan perkembangan teknologi, tentu yang memiliki pengalaman lebih banyak dalam menjalani hidup dan dewasa itu adalah orangtua,” kata Aulia.
 
Dari data asosiasi pengguna jasa internet, pengguna internet kalangan remaja usia 13-18 tahun mencapai 24 juta orang. Atau sekitar 16,68 persen dari total pengguna internet di Indonesia. Sayangnya, kemampuan mereka mengakses internet belum mampu dikonversi untuk peningkatan kualitas hidup.
 
“Tantangan terbesar dari literasi digital ini adalah pengasuhan dalam keluarga yang tidak saja memberikan keterampilan teknik. Literasi digital juga mencakup kecakapan emosional dalam bermedia untuk masa depan digital yang semakin kompleks,” ujar Aulia.
 
Internet bukan hal yang harus ditakuti oleh orangtua. Perlu menyikapi secara bijak, agar perkembangan teknologi bisa dijadikan sarana bagi orangtua untuk sarana relasi hubungan dengan anak. Selain itu meningkatkan kualitas anak-anak mereka melalui literasi digital yang bermanfaat.
 
“Dalam titik tertentu kita bisa melibatkan mereka untuk lebih aktif di keluarga inti, keluarga besar, dan titik tertentu mengajak mereka aktif di komunitas. Itu bisa memahami mereka bahwa dunianya tidak hanya dunia digital tapi juga ada dunia sehari-hari yang membutuhkan relasi sosial tatap muka,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif