(Dari kiri) Brendon Mayombwe (mentor), Raja Rayhan Ramadhan, Muhammad Rakha Wirayuda, dan Denzel Owusu (mentor). DOK ITS
(Dari kiri) Brendon Mayombwe (mentor), Raja Rayhan Ramadhan, Muhammad Rakha Wirayuda, dan Denzel Owusu (mentor). DOK ITS

Mantap, 2 Mahasiswa ITS Jalani Magang di Mercedes-Benz Inggris

Pendidikan mercedes-benz Inggris indonesia-inggris Magang Program Magang ITS
Renatha Swasty • 19 April 2022 13:04
Jakarta: Sebanyak dua mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Muhammad Rakha Wirayuda dan Raja Rayhan Ramadhan, mendapat kesempatan belajar di Inggris. Keduanya mengikuti program magang di Mercedes-Benz selama empat bulan.
 
Kedua mahasiswa yang berasal dari program International Undergraduate Program (IUP) ITS ini menuju Coventry University untuk melaksanakan program magang di Mercedes Parts Logistic yang berlangsung di bawah skema United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) Internship. UKICIS merupakan jembatan kerja sama antara beberapa perguruan tinggi dari Indonesia dan Inggris yang berfokus pada penggagasan riset.
 
“Kesempatan magang ini tentu dapat membantu mahasiswa untuk merasakan bagaimana atmosfer belajar sekaligus bekerja di Mercedes-Benz Parts Logistics,” kata Professor of Sustainability and Supply Chain Management Coventry University, Benny Tjahjono, dikutip dari laman its.ac.id, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru besar mitra luar negeri ITS tersebut menuturkan program magang ini mampu memberikan banyak pengalaman bagi mahasiswa. Khususnya karena ada skema eksposur ke luar negeri.
 
Benny menuturkan selama magang kegiatan kedua mahasiswa sangat berkaitan erat dengan riset. Keduanya berhasil menjajal Robotic Process Automation, yakni program komputer yang bisa mengotomatisasi aktivitas komputerisasi manual terutama terkait pendataan logistik barang yang ada di gudang Mercedes-Benz Parts Logistics.
 
Keduanya juga mendapat pengalaman luar biasa terkait menentukan keputusan bisnis dalam perusahaan berdasarkan data. Hal ini dilakukan melalui skema Business Intelligence dengan data yang diolah oleh program otomatisasi.
 
“Mereka membuat laporan bisnis yang diproses dari Robotic Process Automation tersebut,” beber Benny.
 
Mantap, 2 Mahasiswa ITS Jalani Magang di Mercedes-Benz Inggris
(Dari kiri) Raja Rayhan Ramadhan, Muhammad Rakha Wirayuda, Brendon Mayombwe (mentor),
Denzel Owusu (mentor), dan Benny Eko Tjahjono. DOK ITS

 
Rakha dan Raja tidak hanya menerima pengalaman bekerja di gudang logistik milik Mercedes-Benz. Kedua mahasiswa juga melebarkan pengalaman dengan mengunjungi perusahaan-perusahaan ternama di Inggris, seperti Morgan Cars, Wedgwood, dan Triumph Motorcycles yang turut bergerak di bidang otomotif.
 
Benny menyampaikan tidak ada hambatan berarti yang dirasakan kedua mahasiswa selama magang. Rakha dan Raja dapat ikut bekerja dengan baik dan beradaptasi dengan cepat dalam atmosfer kerja logistik Mercedes-Benz.
 
“Keduanya juga telah mampu menunjukkan hasil kerja yang sangat memuaskan sekaligus membanggakan ITS,” kata guru besar yang juga aktif sebagai diaspora Indonesia di Inggris ini.
 
Benny mengapresiasi ITS atas kegiatan itu. Dia berharap skema magang milik UKICIS dapat terus melibatkan mahasiswa ITS.
 
“Tak hanya dari ITS ke luar negeri saja, namun juga kami dapat mengirimkan mahasiswa Coventry University ke ITS,” tutur Adjunct Professor di Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut.
 
Sementara itu, Kepala Departemen Manajemen Bisnis ITS Syarifa Hanoum berharap program ini berlanjut. Dia juga ingin Departemen Manajemen Bisnis kelak dapat mengirimkan mahasiswa dalam program UKICIS secara rutin dari tahun ke tahun.
 
ITS telah membuka program Sarjana Internasional atau IUP sejak 2019. Beberapa keunggulan IUP dibandingkan dengan program sarjana reguler, yakni penyampaian materi perkuliahan dalam bahasa Inggris, mahasiswa IUP wajib melaksanakan kegiatan eksposur internasional berupa pertukaran pelajar (student exchange), magang (internships), short program, dan sebagainya.
 
Baca: Indonesia dan UK Sepakat Bangun Program Riset Bersama
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif