Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

Tiga PTKIS Berubah Bentuk, Kemenag: Perhatikan Mutu

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Agama PTKI
Citra Larasati • 11 Januari 2021 10:58
Jakarta:  Sebanyak tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) berubah bentuk pada Januari 2021. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Perubahan Bentuk dan Perbaikan PTKIS.
 
Adapun  tiga PTKIS yang berubah bentuk yaitu Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro yang berubah menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sunan Giri Bojonegoro. Universitas ini memiliki tiga fakultas, yakni Tarbiyah, Syariah, dan Fakultas Adab. 
 
Lalu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mambaul Ulum Jambi berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama  Islam (STAI) Mambaul Ulum Jambi.  Kemudian, STIT Inter Muhammadiyah Batam menjadi STIT International Muhammadiyah Batam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Suyitno mengemukakan, transformasi menjadi penting dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi, tak terkecuali  PTKIS. Karenanya, perubahan bentuk PTKIS ini menurut Suyitno harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. 
 
“Jika masih ada PTKI yang tidak memperhatikan mutu, maka tunggulah saatnya untuk mati," kata Suyitno.
 
Mutu yang dimaksud Guru Besar UIN Palembang ini meliputi mutu dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Jika tiga syarat ini terpenuhi dengan baik, maka garansi mutu dan kualitas akan tetap terjaga," jelas Suyitno. 
 
Kepada tiga PTKIS yang berubah bentuk, Mantan Wakil Rektor III UIN Palembang ini berharap agar Pimpinan PTKIS lebih percaya diri dalam pengembangan manajemen tata Kelola, karena memiliki kebebasan dan kemandirian.
 
“Memasuki tahun 2021 mari kita miliki prinsip tiada hari tanpa prestasi. Bahasa lainnya adalah prestasi PTKI saat ini diukur dari capaian akreditasi, if you want to see the quality of Higher Education you see through their accreditation," papar Suyitno. 
 
Baca juga:  Jurnal Ilmiah Karya UIN Aceh Tembus Scopus
 
Selain itu, Suyitno juga menegaskan, transformasi harus dimaknai sebagai perluasan mandat (wider mandate). “Rumah sebelumnya terlalu sempit dan membutuhkan perluasan menjadi rumah besar yang akan memberikan kesempatan lebih luas dan besar,” katanya. 
 
Ia pun mengingatkan pesan Menteri Agama yang ingin mewujudkan Kementerian Agama harus berwajah baru dalam arti semangat baru.  Salah satunya semangat mengembangkan pengarusutamaan moderasi beragama. 
 
Sementara itu Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy yang juga Koordinator Kopertais wilayah IV Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama yang telah melakukan pembinaan PTKIS hingga beberapa di antaranya telah meningkat kualitasnya. 
 
Terkait dengan mutu, Masdar Hilmy menegaskan bahwa urusan kualitas PTKIS tidak boleh ditawar-tawar lagi walau bukan persoalan yang mudah. Karena akan terkait dengan tata kelola, data, maupun gesekan dan konflik kepentiangan. 
 
Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad mengatakan, saat ini Kemenag sedang menyiapkan perangkat kelembagaan agar PTKI dapat leluasa meningkatkan kualitasnya. Salah satunya dengan penyusunan Draf Peraturan Menteri Agama terkait dengan pendirian, pencabutan, pembubaran, dan perubahan bentuk PTKI. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif