Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pandemi Covid-19 Momentum Digitalisasi Dunia Pendidikan

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 09 April 2020 18:59
Jakarta: Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom), Zainal Hasibuan menyebut, pandemi virus korona (covid-19) bisa menjadi momentum transformasi digital dunia pendidikan. Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa jadi sarana merumuskan konsep digitalisasi dunia pendidikan yang baik.
 
"Kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak online learning apakah solusi traditional learning? pasti kita akan ada perlambatan, semakin tertinggal," kata Zainal dalam konferensi video di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.
 
Zainal menyebut, mewujudkan digitalisasi pendidikan memerlukan langkah serentak, mulai dari pemerintah pusat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud), serta perguruan tinggi bersama operator telekomunikasi. Ia menilai niatan transformasi digital dunia pendidikan dalam era 4.0 ini sebatas wacana, belum sampai ke tahap implementasi yang jelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah lama memang. Tapi implementasi jauh panggang dari api," kata pria yang akrab di sapa Ucok ini.
 
Baca:PGRI Minta Pemerintah Buat Panduan Belajar Jarak Jauh
 
Langkah pertama yang bisa dilakukan, yakni membuat kebijakan yang jelas dari pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud. Kebijakan bisa dirumuskan dengan institusi pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, maupun pusat pelatihan.
 
"Karena transformasi pendidikan harus serentak, mulai dari kebijakan, organisasi perguruan tinggi dan sekolah dengan kadar berbeda. Infrastruktur ini tidak mudah, sesuai kadar tidak mengharapkan semua bisa akses yang kencang kuat, tetapi proporsional,” jelasnya.
 
Berikutnya adalah aplikasi untuk pembelajaran. Ia mengapresiasi aplikasi-aplikasi yang mendukung pembelajaran jarak jauh sudah banyak di Indonesia. Namun, masih banyak konten yang dianggap belum bersahabat dengan konsep pembelajaran jarak jauh.
 
"Konten jauh panggang dari api, lebih banyak masih membuat konten tidak adaptif dan friendly terhadap pembelajaran jarak jauh (PJJ). Semuanya itu tergantung tergantung SDM (sumber daya manusia),” ucapnya.
 
Menurutnya, perlu menggandeng pakar maupun praktisi yang ahli di bidangnya dalam merumuskan konten belajar yang baik. Konten-konten pembelajaran jarak jauh juga diharapkan bisa lebih nyaman. "Banyak pakar praktisi yang secara eksplisit sangat jago," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif