Plt. Dirjen Dikti, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Plt. Dirjen Dikti, Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Penutupan Kampus, Kemendikbud Belum Terima Laporan LLDikti

Pendidikan Pendidikan Tinggi Penutupan Kampus
Ilham Pratama Putra • 05 Februari 2020 19:15
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku belum menerima laporan tentang nama-nama perguruan tinggi bermasalah yang direkomendasikan untuk ditutup. Sebelumnya,Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) mengatakan akan segera melaporkan data perguruan tinggi bermasalah tersebut ke Kemendikbud.
 
"Belum, mungkin dalam proses pengiriman atau pengecekan. Biasanya dokumen kita cek dan langsung proses lebih lanjut," kata Plt. Dirjen Dikti, Nizam kepadaMedcom.id, Rabu 5 Januari 2020.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, LLDiktimenyebutkan akan ada lima hingga 10 perguruan tinggi swasta yang berpotensi ditutup pada 2020. Kampus tersebut bakal dievaluasi terlebih dahulu oleh tim evaluasi kinerja (Eka) Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Plt. Kepala LLDikti Wilayah III, DKI Jakarta, Samsuri mengatakan, ada banyak tahapan yang harus dilalui dalam penutupan kampus. Pertama adalah penyerahan data kampus yang direkomendasi tutup untuk dievaluasi Kemendikbud.
 
Selanjutnya, Kemendikbud akan membentuk tim Eka untuk meluncur ke kampus. "Kalau evaluasi, datang ke kampus, paling sehari dua hari. Setelah itu mereka (tim Eka) rapatkan," kata Samsuri kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Kemudian hasil dari turun ke lapangan tersebut menjadi dasar bagi tim Eka untuk memberikan sanksi berupa penutupan. Namun mahasiswa yang tersisa menjadi kewajiban kampus.
 
Untuk itu Samsuri menjelaskan, ada dua cara yang bisa ditempuh kampus. Di antaranya menyelesaikan studi mahasiswanya ataupun memindahkan mahasiswa ke kampus yang baru.
 
"Yang mau tutup itu biasanya di 'nol' kan dulu mahasiswanya. Jadi sudah tidak ada yang berstatus mahasiswa. Saat sanksi dijatuhkan, maka kampus tersebut tidak bisa menerima lagi mahasiswa baru," ungkap dia.
 
Jika mahasiswa dipindahkan, maka itu menjadi tanggung jawab kampus. Pihak kampus harus mencarikan kampus baru agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi.
 
"Namanya migrasi data. Migrasi data di Pangkalan Data Dikti. Kampus bertanggung jawab untuk segala urusan (migrasi data, registrasi hingga pemindahan)," ungkap dia.
 
Ketika tak ada kampus yang mau menerima, berarti kampus yang bakal ditutup harus mampu menyelesaikan masa studi mahasiswanya.Lebih lanjut, proses penjatuhan sanksi akan dirapatkan dalam tempo satu bulan setelah tim Eka melakukan evaluasi.
 
"Itu harus jadi tanggung jawab dia (kampus), ketika mahasiswanya sudah nol, baru ditutup," jelas Samsuri.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif