Siswa bersiap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 38 Jakarta, MI/Panca Syurkani.
Siswa bersiap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 38 Jakarta, MI/Panca Syurkani.

Wapres: Bahaya Jika Ujian Nasional Dihapus

Pendidikan ujian nasional
Antara • 19 Maret 2019 16:57
Jakarta: Wakil Presiden, Jusuf Kalla menilai upaya penghapusan ujian nasional dalam sistem pendidikan Indonesia akan berbahaya bagi sistem pendidikan nasional. Penghapusan UN menjadikan pendidikan nasionaltidak lagi memiliki tolok ukur terhadap evaluasi belajar siswa.
 
"Kalau (UN) mau dihapuskan, itu berbahaya justru untuk kualitas pendidikan. Ada UN saja kualitas pendidikan kita masih rendah, apalagi kalau tidak ada. Tidak ada parameter untuk mengukur (pendidikan Indonesia) maju atau mundur," kata JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Ujian Nasional menjadi salah satu cara untuk mengevaluasi proses belajar siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), dan itu sudah diatur dalam undang-undang. Wapres mengatakan ujian nasional juga menjadi salah satu cara untuk menjaga standar kualitas pendidikan secara nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus menjaga standar bahwa standar nasional di manapun di Indonesia ini, bahwa tingkat pengetahuan lulusan SD, SMP dan SMA itu harus mendekati nilai atau mendekati kemampuan sesuai kurikulum yang ada," jelasnya.
 
Baca:FSGI: Wacana Penghapusan UN Sandi Terkesan Populis
 
Dalam debat pilpres yang diikuti calon wapres, Minggu, 17 Maret 2019, Sandiaga Uno mengusulkan akan menghapuskan ujian nasional dan menggantinya dengan metode penelusuran minat dan bakat, jika dia menang dalam Pilpres 2019. "Kita pastikan sistem UN
dihentikan, diganti dengan penelusuran minat bakat," ujar Sandiaga dalam debat putaran ketiga
 
Alasan usulan penghapusan UN tersebut antara lain karena kemampuan sekolah dalam menjalankan proses belajar tidak sama rata di setiap daerah di Tanah Air. Kondisi pendidikan di Jakarta tidak bisa diterapkan sama dengan sistem pendidikan di daerah.
 
Baca:Sandiaga Uno Janjikan Penghapusan UN
 
Sejak 2015, UN tidak lagi dijadikan penentu kelulusan dan lebih memprioritaskan Indeks Integritas UN atau IIUN. UN dijadikan untuk pemetaan pendidikan. Nilai UN juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
 
Rerata nilai Ujian Nasional (UN) SMP yang terus mengalami penurunan dari 61,81 pada tahun pelajaran 2014/2015 turun menjadi 50,80 pada tahun pelajaran 2017/2018.
 
Hal serupa juga dialami rerata nilai UN SMA/MA dari 58,27 pada 2014/2015 turun menjadi 50,80 pada tahun ajaran 2017/2018. Untuk SMK juga memiliki kecenderungan serupa yakni terus
turun dari 62,15 pada 2014/2015 menjadi 45,21 pada 2017/2018.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif