Pemasangan buoy, alat pendeteksi tsunami, di Gunung Anak Krakatau. Foto: BPPT.
Pemasangan buoy, alat pendeteksi tsunami, di Gunung Anak Krakatau. Foto: BPPT.

Alat Pendeteksi Tsunami Dipasang di Gunung Anak Krakatau

Pendidikan Gunung Anak Krakatau
Intan Yunelia • 14 April 2019 12:49
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memasangkan alat pendeteksi tsunami yang disebut buoy merah putih di kawasan Gunung Anak Karakatau. Pemasangan alat menggunakan kapal riset Baruna Jaya VI.
 
Ketua Tim Buoy Merah Putih BPPT Alfi Rusdiansyah mengatakan sinyal buoy akan berisikan informasi data gelombang laut. Sinyal ini akan dikirim secara langsung ke Pusat Data Buoy Indonesia (PDBI) BPPT.
 
"Untuk data dari buoy tsunami tersebut sudah terkirim dengan baik ke PDBI BPPT di Thamrin, jika keadaan normal maka buoy akan mengirim data tiap satu jam sekali, sedangkan saat terjadi gejala tsunami, buoy akan mengirim data tiap 15 detik," kata Alfi di Jakarta, Minggu, 14 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjalanan dan proses pemasangan buoy membutuhkan waktu tiga hari hingga akhirnya berhasil dipasang di lautan. Selama perjalanan pun, tim mengecek perlengkapan elektronik dan mekaniknya.
 
"Sebelum pemasangan juga tim melakukan survei batimetri atau pemetaan dasar laut, guna menentukan lokasi OBU (sensor pendeteksi tsunami) yang akan dipasang," ujar Alfi.
 
Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pemasangan buoy merah putih adalah salah satu upaya dari pemerintah untuk antisipasi bencana tsunami. Ia berpesan kepada masyarakat agar keberadaan buoy dijaga betul agar fungsinya tetap terus terjaga.
 
Baca: Status Anak Gunung Krakatau Diturunkan dari Siaga jadi Waspada
 
"Alhamdulillah buoy sudah berhasil dipasang dan sudah dapat mengirimkan data ke PDBI. Untuk itu kami imbau kepada masyarakat, untuk dapat menjaga bersama buoy merah putih, demi keselamatan kita semua,” terang Hammam.
 
Buoy yang sudah terpasang ini diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia agar menerapkan early warning system secara nasional. BPPT pun menargetkan 3 fase pembangunan buoy dan cable-based tsunameter atau kabel bawah laut.
 
"Semoga rencana kami ini terus mendapat dukungan dari masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan terkait," pungkas dia.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif