Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Ardan Kukuh Prayogo, Prima Tito, dan Alfi Andy. Ketiganya merupakan alumni yang semasa mahasiswa kerap nongkrong di Kantin Mbok Jum.
Ardan mengatakan, inisiatif mengecat Kantin Mbok Jum bermula melalui grup WhatsApp. Tawaran yang berasal dari temannya tersebut akhirnya ia terima.
"Saya menawarkan diri karena saya ingin membuat sesuatu di sana. Alasannya, ya karena Bu Ribut selaku pengelola Kantin Mbok Jum yang sekarang meminta untuk dibuat lebih estetiklah," ujar Ardan dalam siaran pers UNS yang dikutip Jumat, 18 Desember 2020.
Baca: Dosen Unpad Bagikan Tips Sederhana Memilih Produk Halal
Ardan menerangkan proses pengecatan memakan waktu kurang sekitar tiga jam. Ia terlebih dulu mengirimkan desain ke pengelola Kantin Mbok Jum. Selanjutnya, ia menggarap pembuatan sketsa dengan menggunakan cat semprot di bagian dalam kantin.
Selama proses perencanaan dan koordinasi, Ardan mengaku sempat mengalami beberapa kendala. Salah satunya, diberlakukannya pembatasan akses masuk ke lingkungan Kampus UNS akibat pandemi covid-19 yang melanda Kota Solo.
"Untuk koordinasinya sebenarnya sudah lumayan lama, tapi karena pandemi jadi baru bisa direalisasikan sekitar semingguan yang lalu," ujarnya.
Alumnus Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS angkatan 2008 ini menuturkan, desain yang diusung untuk wajah baru Kantin Mbok Jum yakni menonjolkan sisi estetik dan kerapian.
Ia berharap kantin Mbok Jum lebih punya daya tarik. Sekaligus, memberikan nuansa baru kepada pengunjung kantin yang ingin menikmati santap siang atau sekadar nongkrong.
"Lebih banyak improve-nya sih sebenarnya. Supaya yang datang bisa menikmati suasana baru di Kantin Mbok Jum dan semakin banyak yang makan di sana," ungkapnya.
Baca: Inovasi UI, 'Katamataku Easy Brush' untuk Bantu Mantan Penderita Kusta
Ardan mengunggah wajah baru kantin Mbok Jum di media sosial Twitter dan cukup menarik perhatian karena tercatat sudah dibagikan ulang ratusan kali. Foto wajah baru Kantin Mbok Jum juga ia unggah di akun Instargaram pribadi. Unggahan tersebut berhasil menarik perhatian salah satu agensi dari Jakarta untuk membantu Kantin Mbok Jum.
Ardan menuturkan hal tersebut merupakan tanggapan positif dari warganet terhadap Kantin Mbok Jum. "Jadi, Arsy.co agency dari Jakarta ingin bantu Mbok Jum dengan membeli beberapa nasi bungkus untuk dibagikan secara gratis ke masyarakat sekitar," jelasnya.
Bagi mahasiswa UNS, kantin Mbok Jum memang legendaris dan kesohor. Kantin ini menjadi favorit mahasiswa karena harga makanan yang murah meriah dan lokasinya strategis. Dosen hingga pegawai kampus juga banyak yang jajan di kantin yang berdiri sejak 1979 ini.
Sang pemilik kantin bernama Jumiyati. Ia telah meninggal dunia pada 2019. Kantin itu kini diteruskan oleh sang anak, Ana Ambar Wati. Ana tak mengubah nama kantin legendaris bagi mahasiswa UNS itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News