Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R. Luddin, Medcom.id/Intan Yunelia.
Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R. Luddin, Medcom.id/Intan Yunelia.

Daerah Diminta Tak Buat Jalur Baru di Luar Aturan PPDB

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Intan Yunelia • 20 Juni 2019 16:01
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta daerah untuk tak membuat jalur baru di luar aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 yang tercantum di Permendikbud 51 tahun 2018. Sebab PPDB ini hanya terbagi tiga jalur saja, yaitu jalur zonasi umum, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orangtua.
 
“Sebenarnya kan ada tiga aja. Termasuk di dalam zonasi umum itu disabilitas, miskin dan lainnya. Kadang daerah ini membuat varian baru yang justru mempersempit (pilihan) siswa. Seharusnya tidak boleh dia (pemda) membuat varian baru harus sesuai teknisnya,” kata Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R. Luddin saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Ia menekankan, bahwa di dalam 90 persen zonasi umum, jangan sampai ada varian baru yang siswanya berasal dari luar zonasi. Karena semua kebijakan tersebut sudah diatur jelas dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Kemendikbud: Favoritisme Sekolah Masih Tinggi di Masyarakat
 
“Memang ada afirmasi dari pemda berhubungan dengan lokal konten atau kebutuhan di situ silakan, tapi tolong tetap dimasukkan ke dalam jalur 90 persen di dalam zonasi prinsipnya. Jangan membuat jalur baru di luar zonasi,” ujar Muchlis yang juga Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.
 
Ia menuturkan, bahwa sebetulnya tidak diperlukan banyak varian lagi dalam jalur PPDB ini. Karena yang akan diprioritaskan memang siswa yang berada dalam radius terdekat dari sekolah tersebut.
 
“Seperti di DKI kan ada delapan jalur. Karena kebijakan gubernurnya mengakomodasi seperti untuk supir Jak Lingko dan sebagainya. Sebetulnya tidak perlu dibuatkan jalur khusus. Buat apa. Sepanjang dia masuk di dalam zonasi dan kategori miskin akan tetap masuk ke sekolah yang ada di dalam zonasinya,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif