Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R.Luddin, Medcom.id/Intan Yunelia.
Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R.Luddin, Medcom.id/Intan Yunelia.

Kemendikbud: Favoritisme Sekolah Masih Tinggi di Masyarakat

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Intan Yunelia • 20 Juni 2019 15:43
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurunkan tim untuk menelusuri kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di beberapa daerah. Kisruh terjadi lantaran orangtua belum sepenuhnya memahami sistem zonasi, yang bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan.
 
“Itu kisruhnya soal persepsi orangtua ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit. Padahal sekolah favorit itu akan kita hilangkan. Mereka tetap ingin masuk dan ngotot masuk ke sekolah, itu padahal jarak rumahnya tidak sesuai dengan zonasi. Jadi persoalannya masih di favoritisme itu yang masih tinggi di masyarakat,” kata Inspektur Jenderal Kemendikbud, Muchlis R.Luddin saat dihubungi Medcom.id, Kamis 20 Juni 2019.
 
Dengan kualitas pendidikan yang merata, ke depan tidak ada lagi cap dan label sekolah favorit. Orangtua murid tak perlu lagi mencari sekolah-sekolah pilihan di daerahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tidak ada sekarang yang satu bagus dan jelek sekolahnya. Kita ingin semua sekolah bagus kualitasnya. Gurunya juga bagus dan semua anak-anak itu sekolah di sekitar rumahnya. Jangan anak dari Bekasi sekolahnya di Jakarta. Itu kan nggak benar,” ujar Muchlis.
 
Baca:KPAI: Dampak Hasil Zonasi Tidak Instan
 
Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, agar para orangtua murid tak cemas anaknya tak mendapatkan kursi di sekolah. Sebab kuota masing-masing zona sudah didata sehingga dapat dipastikan anak-anak yang berada pada radius satu zona akan diterima di sekolah zona tersebut.
 
“Sebetulnya tidak perlu khawatir tidak dapat kursi, sepanjang dia masuk zonasinya dia akan dipastikan memperoleh sekolah,” tutur Muchlis.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif