Ilustrasi sekolah. Medcom
Ilustrasi sekolah. Medcom

Nadiem Dinilai Panik Penerapan Kurikulum Merdeka Tak Berjalan Mulus

Pendidikan pendidikan Nadiem Makarim Kemendikbudristek Kurikulum Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 10 Mei 2022 15:06
Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menilai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) selalu teburu-buru menyusun kebijakan. Akhirnya, kebijakan sulit diimplementasikan, salah satunya Kurikulum Merdeka.
 
"Saya yakin saudara Mendikbudristek Nadiem Makarim panik karena yang dibayangkan dari kebijakannya tidak tercapai," ujar Ferdiansyah dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip Selasa, 10 Mei 2022.
 
Ferdiansyah menuturkan Kemendikbudristek menargetkan 7.500 sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka tahun ini. Namun, dia menilai target itu sulit dicapai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apalagi mau menerapkan (Kurikulum Merdeka) di 10 ribu sekolah yang ditargetkan di 2024. Sementara saat ini kita lihat fondasinya tidak baik," tutur dia.
 
Dia menyebut kepanikan implementasi itu kian terasa saat Kemendikbudristek mewajibkan satuan pendidikan membeli buku Kurikulum Merdeka. Ferdiansyah mengatakan Kemendikbudristek mulai mencoba berbagai cara untuk memaksakan agar Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secepat mungkin.
 
"Jadi, saya melihatnya dia membuat kebijakan tapi kok enggak jalan. Jadi, akhirnya panik seperti ini," tutur dia.
 
Sebelumnya, pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, mengungkap Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar Kemendikbduristek sempat menjual buku Kurikulum Merdeka. Penjualan melalui Instagram resmi @ditpsd.
 
Unggahan itu kini telah dihapus. Dalam tangkapan layar itu, @ditpsd menulis pembiayaan pengadaan buku Kurikulum Merdeka bagi sekolah pelaksana program Sekolah Penggerak wajib menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja bila sekolah menerima bantuan itu.
 
Direktorat juga menulis pemesanan buku Kurikulum Merdeka bagi sekolah penggerak jenjang sekolah dasar dapat dilakukan melalui platform SIPLah dengan PT Temprina sebagai penyedia buku (JP Books Online). Bagi sekolah dasar pelaksana Sekolah Penggerak angkatan pertama, buku yang dipesan ialah buku kelas dua dan kelas lima.
 
Selanjutnya, angkatan kedua, buku yang dipesan ialah buku kelas satu dan empat. Batas pemesanan buku hingga 30 April 2022.
 
Baca: Pengamat Pendidikan Ungkap Kemendikbudristek Sempat Jual Buku Kurikulum Merdeka
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif